
KemenP2MI memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di Hong Kong dan Guangzhou untuk meningkatkan pelindungan pekerja migran Indonesia sekaligus membuka peluang pasar kerja baru, termasuk sektor perikanan di Tiongkok.
Jakarta, majalahparlemen.com — Upaya meningkatkan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia masih menjadi tantangan, terutama di negara-negara tujuan penempatan dengan jumlah pekerja yang besar. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperluas akses ke pasar kerja luar negeri yang dinilai lebih aman dan memberikan perlindungan yang lebih baik.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani bertemu dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Hong Kong, Andi Ardiansyah, dan Konsul Jenderal RI untuk Guangzhou, Arianto Surojo, di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pertemuan membahas penguatan koordinasi antara Kementerian P2MI dan perwakilan Indonesia di luar negeri dalam pelindungan pekerja migran sekaligus penjajakan peluang kerja baru.
Menurut Christina, Hong Kong tetap menjadi salah satu tujuan utama penempatan pekerja migran Indonesia sehingga koordinasi antara pemerintah pusat dan perwakilan RI diperlukan untuk memastikan pelayanan, pendampingan, serta penanganan berbagai persoalan yang dihadapi pekerja selama berada di negara tujuan.
Baca juga :
WTP ke-16 KemenP2MI Diapresiasi, DPR Minta Perlindungan PMI Diperkuat
Selain isu pelindungan di Hong Kong, pembahasan juga mencakup potensi kerja sama ketenagakerjaan dengan Tiongkok. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peluang penempatan tenaga kerja terampil serta awak kapal perikanan migran Indonesia.
KemenP2MI saat ini tengah menyusun nota kesepahaman (MoU) mengenai ketenagakerjaan dan pelindungan awak kapal perikanan migran bersama Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi dasar pengaturan penempatan tenaga kerja sektor perikanan dengan mekanisme pelindungan yang lebih jelas.
Dalam pertemuan itu, Christina juga menyampaikan perkembangan Program SMK Go Global yang ditujukan untuk menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan agar memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. *** (raihan/sap)



















































