Ade Yuliasih Tegaskan Investasi Data Center Harus Lindungi Hak Masyarakat

Anggota DPD RI asal Banten, Ade Yuliasih menegaskan investasi data center dan kecerdasan buatan (AI) harus mengutamakan perlindungan data pribadi, hak masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga Banten.

Serang, majalahparlemen.com — Meningkatnya investasi di sektor pusat data (data center) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai perlu diimbangi dengan perlindungan data pribadi dan hak masyarakat. Pengembangan infrastruktur digital tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut keamanan informasi dan tata kelola yang akuntabel.

Anggota DPD RI asal Banten, Ade Yuliasih, menyampaikan hal tersebut usai mendampingi calon investor asal Tiongkok bertemu Gubernur Banten, Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (29/7/2026). Pertemuan membahas peluang pengembangan data center dan teknologi AI di Provinsi Banten.

Investor yang hadir dalam pertemuan itu adalah CEO Hexavia, Qimeng Sun. Ade juga didampingi Komisaris PT Agrinas Jadri Nusantara, Laksda Dr. Eko Jalmo.

Ade mengatakan, investasi di bidang digital berpotensi memperkuat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja. Namun, menurutnya, pembangunan data center dan AI harus sejak awal disertai jaminan terhadap keamanan data, perlindungan privasi, dan penghormatan atas hak masyarakat.

Ia menilai, data center merupakan infrastruktur strategis karena berfungsi menyimpan, mengelola, dan mengamankan berbagai informasi. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Dalam masa reses sebagai Anggota Komite I DPD RI, Ade juga menyoroti tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi digital. Menurutnya, risiko penyalahgunaan data pribadi, akses tanpa kewenangan, hingga praktik pengawasan yang merugikan masyarakat perlu diantisipasi.

Selain aspek perlindungan data, Ade menekankan pentingnya manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat Banten. Ia berharap, investasi digital mampu membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal, mendorong pelatihan teknologi, memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi, serta meningkatkan transfer pengetahuan kepada generasi muda.

Menurut Ade, Banten memiliki sejumlah keunggulan untuk menarik investasi digital karena lokasinya yang strategis, didukung akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, serta ketersediaan pasokan listrik dan sumber daya air.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan, pemerintah provinsi terbuka terhadap rencana investasi selama seluruh prosesnya memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, akan memfasilitasi calon investor sesuai kewenangannya.

Ade berharap, penjajakan investasi tersebut ditindaklanjuti melalui kajian yang mencakup aspek teknis, hukum, lingkungan, keamanan data, kebutuhan tenaga kerja, serta manfaat yang dapat diterima masyarakat. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *