Menteri Karding Temui PMI yang Sakit di Malaysia: “Jangan Stres, Negara Hadir untuk Lindungi”

Kuala Lumpur, majalahparlemen.com — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (21/5/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung fasilitas shelter pekerja migran Indonesia dan berdialog dengan para penghuni yang sedang menjalani perawatan.

Salah satu momen haru terjadi saat Menteri Karding berbincang dengan Maimunah, pekerja migran asal Surabaya yang terpaksa berhenti bekerja sebagai perawat lansia karena menderita diabetes. Saat ini, Maimunah dirawat di shelter Atnaker Kuala Lumpur.

“Kenapa kok nangis? Sudah lama enggak balik ke rumah?” tanya Karding dengan nada empati.

Maimunah menjelaskan bahwa dirinya telah dua tahun bekerja di Malaysia sebelum sakit. Di shelter, ia mendapatkan perawatan medis dan kebutuhan sehari-hari yang layak. “Iya, makan pun oke,” ujarnya lirih.

Menteri Karding menegaskan, negara tidak tinggal diam dalam melindungi pekerja migran yang menghadapi masalah, terutama yang mengalami sakit atau kendala hukum. Ia memastikan, pemerintah akan mengurus kepulangan Maimunah ke Tanah Air secepatnya.

“Ibu sehat ya. Nanti, Insya Allah diurus. Karena kalau stres, tambah sakit nanti. Di sini dibuat senang, walaupun sakit,” ujarnya menenangkan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Karding juga menegaskan peran strategis Kementerian P2MI dan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) dalam memastikan perlindungan menyeluruh bagi para pekerja migran Indonesia di luar negeri.

“Saya jadi menteri, ini jadi Atnaker, memang salah satunya untuk mengurus ibu, melindungi ibu. Jadi pikirannya jangan aneh-aneh. Tenang saja, pasti dibantu. Banyak berdoa, jaga kesehatan,” tuturnya.

Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan dukungan moril dan solusi konkret bagi pekerja migran yang menghadapi kesulitan. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengawal penempatan, tetapi juga memastikan perlindungan penuh hingga para pekerja migran dapat pulang dengan selamat ke pelukan keluarga. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *