
Anggota DPR RI, Achmad Daeng Se’re menggelar silaturahmi Ramadan bersama komunitas bentor di Takalar dan menampung aspirasi terkait keselamatan kerja serta penguatan komunitas pengemudi.
Takalar, majalahparlemen.com — Pekerja sektor transportasi informal seperti pengemudi becak motor masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek keselamatan kerja hingga keterbatasan fasilitas penunjang aktivitas sehari-hari. Di sejumlah daerah, kelompok ini juga membutuhkan ruang komunikasi yang lebih terbuka dengan pemangku kebijakan.
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Achmad Daeng Se’re, menggelar silaturahmi Ramadan bersama komunitas becak motor (bentor) di Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan buka puasa bersama, tetapi juga menjadi forum dialog bagi para pengemudi bentor untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi mereka secara langsung.
Dalam pertemuan itu, Daeng Se’re mengatakan, kegiatan Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara wakil rakyat dan komunitas pekerja informal.
“Melalui momentum Ramadan ini, kita ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung kebutuhan mereka, serta memberikan kesempatan bagi komunitas untuk menyampaikan usulan,” ujar Daeng Se’re.
Salah satu aspirasi yang disampaikan komunitas bentor berkaitan dengan kebutuhan helm sebagai perlengkapan keselamatan saat bekerja di jalan.
Menanggapi permintaan tersebut, Daeng Se’re menyatakan kesediaannya membantu pengadaan helm bagi para pengemudi bentor. Selain itu, ia juga menyampaikan rencana pemberian baju komunitas dan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas antar-anggota komunitas sekaligus meningkatkan identitas para pengemudi bentor di Takalar.
Kegiatan itu juga mencerminkan upaya membangun komunikasi langsung dengan kelompok pekerja sektor informal yang selama ini menjadi bagian penting dari layanan transportasi masyarakat di daerah. *** (raihan/sap)



















































