
Cabang olahraga padel tampil sebagai nomor eksibisi pada Porprov NTB 2026. Ajang ini dinilai menjadi langkah awal memperkuat pembinaan atlet dan mendorong pengakuan sebagai cabang olahraga resmi.
Mataram, majalahparlemen.com — Banyak cabang olahraga baru menghadapi tantangan untuk masuk ke sistem pembinaan olahraga daerah. Meski mulai diminati masyarakat, sejumlah cabang masih harus melalui tahap pengenalan sebelum dapat dipertandingkan secara resmi dalam ajang olahraga tingkat provinsi.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), cabang olahraga padel untuk pertama kalinya hadir sebagai nomor eksibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Kehadiran cabang tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan atlet sekaligus membuka peluang agar padel dapat diakomodasi sebagai cabang olahraga resmi pada penyelenggaraan Porprov berikutnya.
Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembukaan eksibisi padel Porprov NTB, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Ketua KONI NTB Mori Hanafi, pengurus organisasi padel tingkat provinsi, atlet, pelatih, dan pegiat olahraga.
Baca Juga :
Bang Azran Siap Pimpin KONI DKI: Target Juara Umum PON dan Sejahterakan Atlet Jakarta
Menurut Mirah, status eksibisi merupakan tahapan yang lazim dalam pengembangan cabang olahraga baru. Tahap tersebut dapat menjadi sarana untuk menunjukkan kesiapan organisasi, sistem kompetisi, serta potensi atlet sebelum memperoleh pengakuan sebagai cabang yang dipertandingkan secara resmi.
Dalam beberapa tahun terakhir, padel berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di NTB, pertumbuhan komunitas dan meningkatnya jumlah masyarakat yang mulai memainkan olahraga tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap cabang ini.
Perkembangan tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan agar peningkatan partisipasi masyarakat tidak berhenti sebagai tren sesaat. Pembinaan dinilai mencakup pengembangan komunitas, klub, kompetisi, hingga pembentukan atlet berprestasi.
Baca Juga :
Demi Dongkrak Prestasi Atlet, LaNyalla Desak Pemprov Jatim Tambah Anggaran KONI
Mirah juga menilai, penyelenggaraan eksibisi dapat menjadi bahan evaluasi bagi organisasi olahraga dalam menyusun program pembinaan berdasarkan hasil kompetisi. Selain mengukur kemampuan atlet, ajang tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan pembinaan di lapangan.
Ia berharap, kompetisi ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari kabupaten dan kota di NTB yang dapat bersaing pada tingkat nasional. Kepada peserta, ia mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas dan memanfaatkan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan.
Menurut Mirah, kemajuan olahraga tidak hanya bergantung pada atlet dan organisasi cabang olahraga. Dukungan pemerintah daerah, KONI, dunia usaha, serta masyarakat juga diperlukan agar pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan. *** (raihan/sap)



















































