
Jakarta, majalahparlemen.com — Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti keterlambatan distribusi Kartu Nusuk yang dialami jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi.
“Sejak kedatangan, jemaah sudah menghadapi berbagai persoalan. Bahkan hingga saat ini, masih banyak yang belum menerima Kartu Nusuk, padahal waktu menuju puncak haji semakin sempit,” kata Cucun dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Cucun usai meninjau langsung kondisi pemondokan jemaah Indonesia di Sektor 7, Makkah, Arab Saudi, Selasa (3/6/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan dari para jemaah.
Cucun juga menyoroti lemahnya koordinasi antar-penanggung jawab di lapangan. Menurut dia, masih terdapat kesenjangan informasi antara pengambil kebijakan di tingkat pusat dengan para pelaksana teknis, seperti kepala daerah kerja (daker), kepala sektor, hingga ketua kloter.
“Ada ketidaksinkronan antara keputusan pusat dengan pelaksanaan di lapangan. Bahkan informasi penting belum tersampaikan secara menyeluruh kepada kepala sektor dan ketua kloter,” ujar Wakil Ketua DPR RI itu.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berisiko mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah para jemaah. Karena itu, ia mendesak peningkatan pengawasan, terutama terhadap perusahaan penyedia layanan pemondokan (syarikah).
“Saya tidak ingin keluhan jemaah hanya dicatat tanpa tindak lanjut. Bila kepala sektor tidak mampu menyelesaikan, harus naik ke kepala daker. Bila daker juga tidak mampu, perlu langsung dibahas di tingkat direktur haji luar negeri,” tegasnya.
Cucun mempertanyakan efektivitas keberadaan sejumlah petugas di Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bila tidak mampu menyelesaikan persoalan di lapangan. Ia menilai pelayanan haji tahun ini harus menjadi momentum perbaikan, terlebih dengan adanya transisi sistem pelayanan dari Pemerintah Arab Saudi.
“Semua anggota DPR yang datang bukan hanya mengunjungi konstituennya di dapil masing-masing, tapi benar-benar ingin mendengar dan menyerap langsung keluhan jemaah dari seluruh Indonesia,” ujar dia.
Ia menekankan, semangat utama pengawasan ini adalah memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan mendukung kekhusyukan ibadah.
“Kunjungan ini kami harapkan menjadi pemicu perbaikan koordinasi lintas sektor agar puncak pelaksanaan haji berjalan lancar, serta seluruh jemaah bisa beribadah dengan tenang dan tertib,” ujar Cucun. *** (irvan/sap)




















































