Pernyataan Menkes soal Gaji dan Kesehatan Tuai Kritik Tajam

Jakarta, majalahparlemen.com — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menjadi pusat perhatian publik setelah pernyataannya yang mengaitkan tingkat penghasilan dengan kondisi kesehatan dan kecerdasan individu menuai polemik di dunia maya.

Dalam diskusi publik yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (17/5/2025), Budi menyampaikan bahwa individu dengan penghasilan lebih tinggi umumnya memiliki kesehatan fisik dan kecerdasan yang lebih baik.

“Orang dengan gaji lebih tinggi biasanya memiliki kondisi fisik yang lebih baik dan kapasitas intelektual yang lebih tinggi,” ujar Menkes yang merupakan alumnus Teknik Industri ITB.

Pernyataan tersebut segera menyebar luas di media sosial dan mengundang beragam tanggapan kritis dari warganet. Banyak yang menilai ucapan Menkes terlalu menyederhanakan persoalan sosial ekonomi yang kompleks.

Sejumlah pengguna media sosial menyoroti bahwa faktor seperti akses pendidikan, lingkungan hidup, kesempatan kerja, hingga kebijakan publik berperan besar dalam membentuk kondisi kesehatan dan kecerdasan seseorang.

“Sehat dan pintar bukan soal gaji. Banyak orang bergaji rendah yang tetap cerdas dan bugar,” tulis salah satu pengguna X (sebelumnya Twitter).

Salah satu akun, @Irwan762, menilai bahwa pernyataan Menkes mencerminkan kurangnya sensitivitas terhadap realitas sosial masyarakat.

“Pernyataan Menkes ini kurang membumi. Banyak yang bergaji kecil tetap sehat dan cerdas. Gaji bukan ukuran tunggal untuk nilai manusia,” tulisnya.

Desakan untuk Reshuffle
Kritik tak hanya datang dari masyarakat umum. Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, bahkan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Budi Gunadi dari jabatannya.

Menurut Jerry, ucapan tersebut mencerminkan ketidakhati-hatian yang berpotensi merugikan citra pemerintah. Ia menilai, Menkes telah berulang kali mengabaikan pesan Presiden agar para menteri berhati-hati dalam membuat pernyataan publik.

“Presiden sudah berkali-kali mengingatkan menterinya untuk bijak bicara. Tapi Menkes sepertinya tidak belajar,” ujar Jerry kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Lebih lanjut, Jerry juga mengkritik kinerja Menkes yang dinilainya belum optimal, mulai dari buruknya layanan kesehatan hingga rencana kontroversial untuk mendatangkan tenaga dokter asing.

“Layanan kesehatan tidak kunjung membaik, persoalan dokter belum terselesaikan, dan sekarang malah mau datangkan dokter luar negeri. Ini menambah daftar catatan buruk Menkes,” tegasnya.

Jerry menyarankan agar Presiden mempertimbangkan reshuffle dan mengganti Menkes dengan sosok yang lebih kompeten dan komunikatif. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *