Sakral dan Unik, Peringatan Hari Ibu Ke-90 Korem 071/Wijayakusuma

Upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Ibu Ke-90 Korem 071/Wk, pada tahun 2018 ini, terbilang unik dan sakral.

Unik dan sakral, karena para petugas Upacaranya mereka adalah wanita-wanita tangguh bangsa Indonesia, para “Pagar Bangsa” gabungan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan PNS TNI AD putri Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wk.

Selaku Irup Peringatan Hari Ibu Ke-90 di Lapangan Upacara Makorem 071/Wk Sokaraja, Banyumas, Sabtu (22/12/2018), Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., dan bertindak selaku Komandan Upacara Mayor Cba (K) Rr. Sri Harjani, EDA, Sos., Pasibinkomsos Siterrem 071/Wijayakusuma dan bertindak selaku Perwira Upacara Kapten Caj (K) Nurislah Waka Ajenrem 071/Wk, pembaca sejarah Hari Ibu Peltu Sriyani Ba Denpom IV/1 Purwokerto, Pembaca Doa Pns. Diana Nirasari, pembaca UUD 1945 Pelda (K) Minarni dari staf Rengar Korem 071/Wk, sedangkan untuk pembawa acara PNS Sri Hartati, Petugas cadangan Danup Mayor Ctp (K) Eni Sudilah Kaminvet Purwokerto, cadangan Pa Up Lettu Cba (K) Ikke, cadangan pembawa acara PNS Febi. R.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dalam amanatnya yang disampaikan Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., mengingatkan kembali sejarah perjuangan kaum perempuan yang berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Tekad perjuangan perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Peristiwa ini sekaligus sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indoseia dan diperingatia setiap tahunnya, baik didalam dan di luar negeri”, paparnya.

“Komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur”, terangnya.

Mari perempuan Indonesia untuk maju terus, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas dirinya, sehingga bersama laki-laki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa. Selamat Hari Ibu ke-90 bagi kita semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi semua langkah dan perjuangan dalam membangun bangsa dan Negara tercinta
PHI juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Di lain sisi juga memberikankeyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change).

“Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai darilingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, tegasnya.

“Perempuan dan laki-laki keduanya adalah parthnership, sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional”, lanjutnya.

Dikatakan pula, bertepatan dengan PHI Ke-90 Tahun 2018 ini tema yang diusung “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”. “Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional”, ungkapnya.

Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakukan diskriminatif, dan lain lainnya.
Tentunya diperlukan berbagai cara untuk dapat mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai, karakter, dan budi pekerti. Ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai, dan religius. Pelibatan semua unsur masyarakat dan multi stakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. “He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.
Untuk itu dengan terselenggaranya Peringatan Hari Ibu ke-90 Tahun 2018, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan yaitu OASE, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), TP PKK Pusat, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya yang selalu bersama-sama terlibat dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu”, jelasnya.

Selain itu, lanjutnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan PHI ke-90 tahun 2018 ini, khususnya kepada pemerintah daerah DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Kota Bukittinggi, Kementerian, Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, Lembaga masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan dengan meriah dan dirasakan gaungnya oleh masyarakat luas.

“Harapan saya, Peringatan Hari Ibu ke-90 Tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan”, pungkasnya.

Upacara Peringatan Hari Ibu Tahun 2018 Korem 071/Wk diikuti para Kasirem 071/Wk, para Dan/Ka Bakak Aju Kodam IV/Dip jajaran Korem 071/Wk, para Perwira, Bintara, Tamtana dan PNS Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro.(dohan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *