
Mendes PDT, Yandri Susanto meninjau pameran potensi desa di HUT ke-68 Lombok Barat, menyoroti integrasi produksi desa dengan program pemerintah dan penguatan ekonomi lokal.
Lombok Barat, majalahparlemen.com — Upaya menghubungkan potensi ekonomi desa dengan program pemerintah menjadi salah satu fokus dalam penguatan pembangunan berbasis wilayah. Karena itu, pameran potensi desa yang digelar pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Lombok Barat menampilkan berbagai komoditas lokal sekaligus menggambarkan arah kebijakan pengembangan desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meninjau langsung pameran yang berlangsung di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Barat, Jumat (17/4/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Sejahtera dari Desa” dan menghadirkan produk dari berbagai sektor seperti pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan.
Menurut Yandri, pemerintah akan melakukan pendampingan dan dukungan lintas sektor untuk mengembangkan potensi desa sebagai bagian dari strategi menuju target pembangunan jangka panjang nasional. Pendekatan yang digunakan berfokus pada optimalisasi sumber daya lokal di masing-masing desa.
Pameran ini juga mencerminkan posisi desa dalam struktur pembangunan nasional, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia berada di kawasan perdesaan. Pemerintah menempatkan indikator kesejahteraan masyarakat desa sebagai salah satu ukuran capaian pembangunan secara keseluruhan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa penguatan desa menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional. Ia menekankan keterkaitan antara kemajuan desa dan capaian pembangunan di tingkat nasional.
Selain itu, pemerintah mendorong integrasi antara produksi desa dan kebutuhan program publik. Salah satu kebijakan yang disorot adalah pemenuhan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diarahkan untuk bersumber dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) maupun koperasi desa.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk memperluas peran ekonomi desa dalam rantai pasok program pemerintah, sekaligus meningkatkan aktivitas usaha di tingkat lokal. Dalam implementasinya, desa didorong untuk mengembangkan potensi berbasis komoditas tertentu melalui pendekatan desa tematik, seperti produksi telur, cabai, jagung, maupun hortikultura lainnya.
Pameran potensi desa di Lombok Barat menjadi salah satu ruang untuk menampilkan kesiapan desa dalam mengembangkan sektor unggulan sekaligus memperkuat keterhubungan dengan kebijakan nasional yang sedang berjalan. *** (raihan/sap)



















































