PBMI Tancap Gas Pembinaan Atlet Jelang SEA Games 2027

PBMI tancap gas sejak 2026, fokus pembinaan atlet dan kompetisi untuk mendongkrak prestasi Muaythai Indonesia di SEA Games 2027.

Jakarta, majalahparlemen.com — Indonesia menghadapi tantangan serius menjelang SEA Games Malaysia 2027, khususnya pada cabang-cabang olahraga bela diri yang sarat persaingan regional. Status Malaysia sebagai tuan rumah, ditambah konsistensi Thailand dan Vietnam dalam mendominasi nomor-nomor unggulan, membuat persiapan jangka menengah menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Muaythai termasuk cabang yang sangat bergantung pada kesiapan jangka panjang. Sistem peringkat internasional, kebutuhan jam tanding, serta kualitas pelatih dan perangkat pertandingan menjadi faktor penentu prestasi. Tanpa perencanaan kompetisi yang terukur sejak awal, peluang meningkatkan capaian medali akan sulit diwujudkan.

Dalam konteks itulah, Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) mulai memetakan langkah strategis sejak 2026. Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama jajaran pengurus melaporkan agenda kerja organisasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir di Jakarta, Senin (12/1/2026), sebagai bagian dari penyelarasan program menuju SEA Games 2027.

Alih-alih berfokus pada satu event, PBMI mengarahkan kebijakan pembinaan pada dua sasaran utama. Pertama, memperbanyak ajang kompetitif bagi atlet agar performa dan mental tanding terjaga secara konsisten. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendukung, mulai dari pelatih hingga wasit, agar standar pertandingan semakin mendekati level internasional.

Sejumlah kejuaraan nasional dan internasional disiapkan sebagai ruang uji kemampuan atlet, sekaligus sarana akumulasi poin dan peringkat di federasi Muaythai internasional (IFMA). Peningkatan ranking ini memiliki implikasi strategis, karena menentukan posisi atlet Indonesia dalam undian pertandingan serta akses ke turnamen level lebih tinggi.

Selain aspek prestasi, PBMI juga mulai menempatkan Muaythai dalam kerangka industri olahraga. Pendekatan kepada sponsor, pemangku kepentingan, hingga penjajakan hak siar menjadi bagian dari strategi agar pembinaan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan bagi atlet dan organisasi.

Respons positif datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menpora, Erick Thohir menilai penyelarasan program cabang olahraga dengan roadmap SEA Games merupakan prasyarat penting untuk menjaga daya saing Indonesia. Ia mengingatkan bahwa persaingan di Malaysia akan berlangsung ketat, mengingat tuan rumah hampir dipastikan membidik posisi juara umum.

Dalam kerangka kebijakan olahraga nasional, pemerintah mendorong setiap cabang menyusun target berbasis siklus jangka menengah, bukan persiapan instan menjelang event. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan peluang Indonesia mengonversi capaian perak pada SEA Games sebelumnya menjadi emas pada edisi mendatang.

Kemenpora pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap program PBMI yang sejalan dengan perencanaan nasional bersama KONI dan KOI. Koordinasi lanjutan dengan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga pun didorong agar implementasi program berjalan efektif di lapangan.

Dengan persiapan yang dimulai lebih awal dan pendekatan pembinaan yang lebih terstruktur, Muaythai Indonesia diharapkan tidak hanya mempertahankan eksistensi di SEA Games 2027, tetapi juga mampu meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam peta persaingan bela diri Asia Tenggara. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *