
Sumbawa, majalahparlemen.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan beasiswa senilai Rp100 juta kepada lima santri yatim piatu di Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
“Lima orang, aku kasih beasiswa, masing-masing Rp 20 juta. Itu setara lima bulan gaji menteri,” ujar Amran saat kunjungan kerja di Sumbawa, seperti disampaikan dalam keterangan di Jakarta, Selasa (22/4/2025). “Saya wakafkan diri saya untuk Merah Putih tercinta, ” ujarnya.
Di hadapan ratusan santri, Mentan menekankan pentingnya kerja keras, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan. Ia meyakini bahwa generasi muda, termasuk para santri, adalah kunci menuju Indonesia Emas.
“Hari ini saya melihat cahaya dari NTB, ada mutiara dari Sumbawa. Kalian adalah obor penerang Indonesia,” katanya.
Mentan juga mendorong anak-anak dari pelosok negeri untuk membangun rasa percaya diri. Ia mengibaratkan, “Kalau mau jadi berlian, harus tahan tekanan. Berlian terbentuk di perut bumi melalui suhu dan tekanan ekstrem.”
Selain beasiswa pribadi, Amran juga menyerahkan bantuan negara berupa 10 ekor sapi untuk digemukkan di lahan 12 hektare milik pesantren. Ia membuka peluang tambahan bantuan, seperti benih jagung, jika pesantren mengembangkan lahan tersebut.
Pendiri Pondok Pesantren Dea Malela, Din Syamsuddin, mengapresiasi dukungan Mentan. Menurutnya, Amran adalah sosok pemimpin berintegritas yang mampu membawa harapan baru bagi pertanian dan pendidikan nasional.
“Beliau ini bagaikan matahari terbit untuk pertanian Indonesia. Integritas, kapasitas, serta langkah-langkah tegas beliau sangat penting untuk mencapai swasembada pangan sesuai arahan Presiden,” ujar Din. *** (raihan/sap)




















































