
WamenP2MI, Christina Aryani mendorong Padang Pariaman memanfaatkan SMK Go Global untuk menyiapkan pekerja migran sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Jakarta, majalahparlemen.com — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, ingin memperluas peluang kerja bagi generasi muda sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Christina mendorong pemerintah daerah memanfaatkan program SMK Go Global untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja migran sekaligus membuka akses penempatan kerja di luar negeri melalui prosedur yang aman dan terlindungi.
Baca juga :
215.603 Lowongan Luar Negeri Belum Terserap, KemenP2MI Siapkan Program SMK Go Global
Christina mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di luar negeri perlu dipertemukan dengan minat masyarakat dan kemampuan lembaga pendidikan vokasi di daerah.
Menurut dia, pemetaan tersebut diperlukan agar pelatihan yang diberikan tidak berjalan sendiri, tetapi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.
Kementerian P2MI berharap lebih banyak masyarakat Padang Pariaman dapat mengikuti Batch 2 SMK Go Global yang dijadwalkan dimulai pada minggu ketiga September.
Baca juga :
Wamen P2MI Christina Dorong Sinkronisasi Vokasi untuk Percepatan Penempatan PMI Terampil
Christina mengatakan, Kementerian P2MI terbuka untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan calon pekerja migran.
Fokusnya, kata dia, bukan hanya meningkatkan keberangkatan pekerja ke luar negeri. Calon pekerja juga perlu memiliki kompetensi yang dibutuhkan, memahami prosedur penempatan, serta memperoleh pelindungan sejak sebelum bekerja hingga kembali ke daerah asal.
Bagi Padang Pariaman, rencana tersebut didukung oleh keberadaan sejumlah lembaga pendidikan vokasi. Kabupaten itu memiliki 17 kecamatan dan 14 SMK, serta lembaga pendidikan lain seperti Politeknik Pelayaran dan sekolah keperawatan serta kebidanan.
Baca juga :
MenP2MI Resmikan Migran Center Polibatam, Siapkan Talenta Vokasi ke Pasar Kerja Global
John Kenedy mengatakan, pemerintah daerah ingin ikut memenuhi kebutuhan pekerja migran Indonesia. Karena itu, pihaknya meminta arahan Kementerian P2MI mengenai langkah yang perlu disiapkan.
Menurut dia, kerja sama dengan Kementerian P2MI diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus membantu menekan pengangguran di Padang Pariaman.
Rencana tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam menyiapkan pekerja migran sejak sebelum proses penempatan. Ketersediaan sekolah dan lembaga vokasi menjadi modal awal, tetapi jenis keterampilan yang dikembangkan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. *** (fatoni/raihan)


















































