
KemenP2MI menggandeng Kementerian Pariwisata untuk memperkuat pasokan talenta hospitality bagi Program SMK Go Global guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional yang terus meningkat.
Jakarta, majalahparlemen.com — Meningkatnya kebutuhan tenaga kerja sektor pariwisata dan hospitality di pasar internasional membuka peluang baru bagi lulusan pendidikan vokasi Indonesia. Tantangannya, pasokan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kemampuan bahasa asing masih perlu diperkuat agar mampu memenuhi standar yang dibutuhkan negara tujuan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani memperkuat sinergi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) guna mendukung penyediaan sumber daya manusia sektor hospitality bagi Program SMK Go Global. Langkah itu dibahas dalam pertemuan Christina dengan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Christina mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, terutama pada sektor pariwisata dan hospitality yang permintaannya terus meningkat.
Baca juga :
Mukhtarudin Dorong Siswa SMK Pasim Tembus Pasar Kerja Global
Menurut Christina, Program SMK Go Global merupakan program yang dijalankan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK dan masyarakat melalui pelatihan, sertifikasi, serta penempatan kerja di luar negeri. Pada 2026, program tersebut menargetkan pelatihan bagi 40.000 peserta.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tahun ini akan memprioritaskan calon peserta yang telah memiliki kompetensi dasar maupun kemampuan bahasa asing. Selanjutnya, peserta akan memperoleh sertifikasi atau peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar proses penempatan dapat dilakukan lebih cepat.
Kementerian P2MI menilai, sektor hospitality menjadi salah satu bidang dengan prospek terbesar. Peluang kerja masih terbuka pada berbagai profesi seperti housekeeping, food and beverage, waiter, barista, hingga wellness therapist. Christina menyebut sejumlah negara, termasuk Turki, telah menyampaikan kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga pemerintah memerlukan pasokan calon pekerja yang telah memiliki kompetensi dasar.
Baca juga :
KemenP2MI dan Bappenas Perkuat SMK Go Global
Selain penguatan kompetensi, Christina meminta dukungan Kementerian Pariwisata untuk menyediakan data alumni sekolah vokasi, termasuk Politeknik Pariwisata (Poltekpar), sebagai salah satu sumber rekrutmen peserta Program SMK Go Global.
Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian juga membahas peluang penempatan tenaga kerja Indonesia di sektor awak kapal pesiar (cruise ship), yang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Di samping itu, Christina mengusulkan penguatan edukasi mengenai Migran Aman di sekolah-sekolah pariwisata. Menurutnya, peningkatan pemahaman mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara legal dan sesuai ketentuan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan vokasi yang siap memasuki pasar kerja internasional. *** (raihan/sap)



















































