
Kementerian P2MI dan Bappenas memperkuat koordinasi Program SMK Go Global serta menyiapkan SKB tiga kementerian untuk mendukung jalur pendidikan vokasi dan penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jerman.
Jakarta, majalahparlemen.com — Upaya menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia nasional. Selain peningkatan kompetensi, pemerintah juga perlu memastikan adanya keterhubungan antara lembaga pendidikan, pelatihan vokasi, dan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard beserta jajaran di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi pelaksanaan Program SMK Go Global dan pengembangan jalur vokasi internasional yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Menurut Christina, salah satu fokus pembahasan adalah penyesuaian antara kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan dengan ketersediaan sumber daya manusia di dalam negeri. Selain itu, kedua pihak juga membahas mekanisme pemilihan lembaga pelatihan yang akan terlibat dalam Program SMK Go Global.
“Selain itu, dibahas pula mekanisme pemilihan lembaga pelatihan yang akan terlibat dalam pelaksanaan Program SMK Go Global,” kata Christina.
Ia menjelaskan, Program SMK Go Global merupakan program yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.
Karena itu, pemerintah berupaya memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai kebutuhan pasar kerja, mulai dari proses pelatihan hingga kesiapan peserta yang akan mengikuti program tersebut.
Christina menilai, koordinasi antara Kementerian P2MI dan Bappenas diperlukan agar pelaksanaan program didukung perencanaan yang terintegrasi dan mampu menyesuaikan perkembangan kebutuhan pasar kerja global.
Selain membahas SMK Go Global, Christina juga menyampaikan rencana pembentukan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian P2MI, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi yang dilakukan saat kunjungan kerja ke Jerman pada tahun lalu. Dalam kunjungan itu, Christina melihat program Ausbildung, yaitu sistem pendidikan dan pelatihan vokasi terpadu di Jerman, sebagai salah satu jalur potensial untuk membuka akses tenaga kerja Indonesia ke negara tersebut.
Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan program serupa adalah membangun tata kelola yang jelas serta menentukan mitra kelembagaan yang tepat agar pelaksanaannya berjalan terstruktur dan memberikan perlindungan bagi peserta. *** (raihan/sap)



















































