Presiden Prabowo Tiba di Kalbar, Tinjau Langsung Penanganan Karhutla

Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Supadio, Kalimantan Barat, untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan memastikan operasi berjalan terpadu.

Pontianak, majalahparlemen.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masih membutuhkan penanganan intensif setelah operasi pengendalian berlangsung selama 48 hari. Pemerintah mengerahkan ribuan personel dan dukungan udara untuk mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah.

Presiden Prabowo Subianto kemudian turun langsung ke Kalimantan Barat untuk melihat penanganan di lapangan. Ia tiba di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 10.50 WIB, Sabtu (22/8/2026).

Setibanya di Kalbar, Prabowo dijadwalkan meninjau kondisi karhutla dan memimpin koordinasi penanganannya. Presiden juga langsung menuju Lanud Supadio untuk melakukan patroli udara menggunakan helikopter guna memantau sejumlah lokasi terdampak.

Kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari instruksi Presiden sehari sebelumnya. Prabowo telah membagi penugasan kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan karhutla di empat provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Untuk Kalimantan Barat, penanganan dikoordinasikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sementara di tiga provinsi lainnya, penugasan diberikan kepada pejabat utama TNI dan Polri sesuai wilayah masing-masing.

Pembagian tugas tersebut dimaksudkan agar penanganan dapat dilakukan secara serentak dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Presiden juga meminta aparat bergerak cepat agar dampak kebakaran terhadap aktivitas warga dapat ditekan.

Skala operasi di Kalimantan cukup besar. Kementerian Kehutanan menyebut 12.880 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla yang memasuki hari ke-48. Personel tersebut berasal dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah dan unsur masyarakat lainnya.

Dari unsur Kementerian Kehutanan, sebanyak 758 personel Manggala Agni ditempatkan di empat provinsi. Kalimantan Barat mendapat 265 personel, Kalimantan Tengah 208 personel, Kalimantan Selatan 174 personel dan Kalimantan Timur 111 personel.

Dukungan udara juga diperkuat. TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat CASA A-2117 dari Skadron Udara 4 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Barat. Pesawat tersebut didatangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Dampak karhutla telah dirasakan langsung masyarakat. Sehari sebelum kedatangan Presiden, kabut asap menyebabkan jarak pandang di Bandara Supadio turun hingga di bawah 1.000 meter. Kondisi itu mengakibatkan lima penerbangan keberangkatan mengalami keterlambatan dan satu penerbangan kedatangan harus melakukan go around sebelum dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam.

Gangguan penerbangan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kawasan hutan dan lahan yang terbakar. Ketika asap menyebar ke wilayah perkotaan dan jalur transportasi, aktivitas masyarakat dan konektivitas antardaerah ikut terdampak.

Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api meluas. Pemerintah juga membutuhkan pemantauan titik api, operasi pencegahan, dukungan udara dan koordinasi lintas lembaga secara berkelanjutan.

Selain pemadaman, Presiden meminta setiap pelanggaran hukum yang ditemukan dalam penanganan karhutla ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Pendekatan tersebut menempatkan penegakan hukum sebagai bagian dari penanganan, bukan sekadar langkah setelah kebakaran terjadi.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan, kepolisian telah mengamankan sejumlah pihak dalam penyelidikan kasus karhutla. Di Kalimantan Tengah, sekitar 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka hingga pertengahan Agustus, meski rincian identitas dan lokasi perkara belum disampaikan. *** (fatoni/raihan)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *