Loloskan RUU Pajak Trump, Elon Musk : “Kongres Membuat AS Bangkrut”

Washington, majalahparlemen.com — CEO Tesla, Elon Musk melancarkan kritik keras terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan menyebut kebijakan tersebut berpotensi membawa negara pada jurang kebangkrutan fiskal.

RUU kontroversial yang diberi nama One Big Beautiful Bill Act telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dan kini tengah menunggu pembahasan lanjutan di Senat. RUU ini mencakup berbagai perubahan kebijakan perpajakan dan pengeluaran pemerintah dengan total nilai defisit yang diproyeksikan mencapai US$ 2,5 triliun.

“RUU yang sangat panjang dan penuh tipu daya ini adalah kekejian yang menjijikkan. Anda [anggota Kongres AS] tahu bahwa Anda telah melakukan kesalahan,” tulis Musk melalui akun X pribadinya, dikutip Rabu (4/6/2025).

Musk memperingatkan bahwa defisit dalam RUU tersebut akan menciptakan beban fiskal jangka panjang bagi rakyat Amerika. “Kongres membuat AS bangkrut,” imbuhnya.

Pernyataan Musk mendapat dukungan dari sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik yang dikenal konservatif secara fiskal. Senator Rand Paul, misalnya, menyatakan kesediaannya mendukung RUU tersebut dengan syarat pemerintah mencabut klausul peningkatan batas utang negara.

“Saya ingin mempermanenkan potongan pajak. Namun, pada saat yang sama, saya tidak ingin meningkatkan utang,” ujar Paul kepada media Fox News. Dalam naskah RUU saat ini, batas utang akan dinaikkan sebesar US$ 4 triliun.

Senator Republik lainnya, Ron Johnson, menegaskan bahwa fraksinya tidak akan memberikan suara setuju selama pemerintah belum menunjukkan komitmen serius dalam pengendalian belanja negara.

“Kami akan menghentikan proses ini sampai ada langkah konkret dari presiden dalam mengurangi belanja dan defisit,” katanya kepada The Guardian.

Di sisi lain, Presiden Trump menilai penolakan terhadap RUU tersebut bisa menimbulkan konsekuensi ekonomi besar, termasuk kemungkinan gagal bayar utang nasional. Ia menyerukan persatuan di antara para senator Partai Republik untuk menghindari krisis fiskal lebih lanjut.

“Bila Senator Rand Paul menentang One Big Beautiful Bill Act bersama para radikal kiri dari Partai Demokrat, beban pajak akan naik sebesar 68% dan AS akan gagal membayar utang untuk pertama kalinya,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Pengesahan One Big Beautiful Bill Act menjadi ujian politik tersendiri bagi pemerintahan Trump, mengingat penentangan datang tidak hanya dari oposisi Partai Demokrat, tetapi juga dari kubu internal Partai Republik sendiri.

Dengan struktur fiskal yang kian rapuh dan tekanan inflasi yang terus membayangi, perdebatan seputar RUU ini mencerminkan kegelisahan publik atas arah kebijakan ekonomi AS ke depan. *** Sumber : Fox (irvan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *