Menteri Karding Promosikan UMKM Purna Pekerja Migran Lewat Live Streaming

Cirebon, majalahparlemen.com — Kunjungan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, ke sebuah usaha konveksi milik purna pekerja migran di Desa Kebonturi, Kabupaten Cirebon, Sabtu (17/5/2025), berlangsung di luar kebiasaan. Di luar agenda resmi, Menteri Karding justru tampil sebagai host dadakan dalam sesi live streaming promosi produk yang disiarkan melalui media sosial.

Aksi spontan itu terjadi saat Karding menyambangi Mawar Fashion, usaha rumahan milik Didi Kusnadi, eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kini sukses mengembangkan bisnis konveksi berbasis digital. Melihat antusiasme pemasaran daring, Karding pun tertarik mencoba langsung memandu siaran promosi produk.

“Buruan beli, ini langka, ada menteri yang bantu promosi. Tapi tetap enggak ada diskon, ya!” ujar Karding sembari tertawa, dalam siaran langsung di akun media sosial Mawar Fashion yang disaksikan ratusan pemirsa.

Menteri yang dikenal aktif menyambangi komunitas akar rumput ini mengaku awalnya hanya ingin melihat proses produksi dan pemasaran. Namun setelah mencoba tampil di depan kamera, ia justru merasa tertarik dan menikmati peran barunya.

“Tadinya cuma ingin lihat-lihat, tapi ternyata seru juga ikut bantu promosi. Ini salah satu cara terhubung langsung dengan masyarakat,” kata Karding.

Dalam dialog bersama para eks PMI yang hadir, Karding menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana utama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Media sosial sekarang bukan cuma tempat berbagi cerita, tapi jadi tempat berjualan paling efektif. Seperti Mawar Fashion ini, penjualannya 90 persen berasal dari media sosial,” ungkapnya.

Melihat potensi besar dari pelaku UMKM eks migran, Karding menyatakan komitmen untuk memperluas pelatihan digital marketing di berbagai daerah. Ia bahkan menunjuk langsung Didi Kusnadi sebagai narasumber pada program pelatihan kewirausahaan selanjutnya.

“Kita akan libatkan Mas Didi dalam pelatihan usaha, terutama untuk berbagi kiat sukses jualan online,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, sejumlah eks PMI menyampaikan aspirasi agar produk konveksi lokal dapat digunakan sebagai seragam resmi bagi calon pekerja migran Indonesia yang hendak diberangkatkan ke luar negeri.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Karding menyatakan dukungannya. “Saya setuju. Ini cara konkret mendukung UMKM lokal,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Menteri Karding juga berjanji akan mendorong percepatan legalisasi Asosiasi Purna Pekerja Migran Indonesia (APPIK). Dengan legalitas yang kuat, asosiasi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi para eks PMI.

“Nanti saya bantu komunikasikan dengan Pak Menteri Hukum agar APPIK punya payung hukum yang sah,” ujarnya menutup pertemuan.

Kunjungan Menteri Karding ke UMKM purna migran ini menjadi contoh nyata pendekatan empatik pemerintah dalam pemberdayaan mantan PMI, dengan mengedepankan teknologi, partisipasi komunitas, dan kolaborasi lintas sektor. *** (irvan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *