Senator asal Jabar, Agita: Semangat Kartini Harus Hidup dalam Pilar Kebangsaan

Jakarta, majalahparlemen.com – Dalam semangat memperingati Hari Kartini, Anggota DPD RI dari Jawa Barat, Agita Nurfianti, mengajak generasi muda untuk menggali kembali makna perjuangan Kartini melalui pemahaman mendalam terhadap empat pilar kebangsaan. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi di STAI Pelita Nusa, Bandung Barat, Selasa (22/4/2025).

Empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—ditekankan Agita sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan masa depan bangsa. Ia menilai, perjuangan Kartini tak hanya soal emansipasi perempuan, tapi juga tentang kesadaran kolektif untuk memajukan bangsa lewat pendidikan, nilai, dan karakter kebangsaan.

“Semangat Kartini adalah semangat untuk mencerdaskan dan memajukan bangsa. Pilar-pilar kebangsaan inilah yang menjadi pandu bagi generasi muda agar tidak kehilangan arah dalam menghadapi perubahan zaman,” ujar Agita dalam pemaparannya.

Agita menjelaskan, Pancasila bukan sekadar ideologi negara, tetapi juga cermin nilai hidup bersama yang menjunjung kemanusiaan, gotong royong, dan keadilan sosial. UUD 1945, katanya, adalah jaminan konstitusional atas hak-hak warga negara—termasuk hak perempuan dalam memperoleh pendidikan dan partisipasi politik.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga NKRI sebagai rumah bersama, serta memaknai Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan dalam keberagaman, bukan sebagai sumber perpecahan. “Kita tidak boleh membiarkan perbedaan menjadi celah untuk konflik. Justru di sanalah kekuatan Indonesia: dalam kebersamaan di tengah keragaman,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Agita juga menggelar kegiatan Aspirasi Masyarakat (Asmas) MPR RI bertema Penguatan Kewenangan MPR RI. Ia menilai Hari Kartini harus menjadi momentum reflektif, bukan sekadar seremoni.

“Semangat Kartini bukan hanya milik perempuan, tetapi milik seluruh anak bangsa yang ingin melihat Indonesia lebih adil, setara, dan maju. Maka penting bagi mahasiswa untuk menjadi bagian dari gerakan intelektual yang kritis dan berorientasi pada solusi, terutama dalam penguatan demokrasi dan konstitusi,” jelasnya.

Agita berharap kegiatan ini mampu memantik diskusi dan ide-ide konstruktif dari kalangan mahasiswa. Menurutnya, mereka adalah Kartini-Kartini dan pemuda-pemuda masa kini yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan.

“Mari kita warisi semangat Kartini dengan aksi nyata: menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat demokrasi, dan membangun kesadaran konstitusional sejak dini. Ini bukan sekadar tugas negara, tapi juga tanggung jawab kita bersama,” tutupnya. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *