
Iran menyatakan kapal dagang dan tanker Rusia serta China akan memperoleh perlakuan khusus saat melintasi Selat Hormuz. Teheran menegaskan kewenangannya dalam mengambil kebijakan terkait jalur pelayaran strategis tersebut.
Teheran, majalahparlemen.com — Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan jalur energi global, Iran menyatakan akan memberikan perlakuan khusus bagi kapal-kapal yang berasal dari negara-negara yang dianggap memiliki hubungan strategis dengan Teheran, khususnya Rusia dan China.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, yang menegaskan bahwa kedua negara akan memperoleh kemudahan tertentu saat melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Menurut Azizi, kebijakan tersebut didasarkan pada hubungan kerja sama yang selama ini terjalin antara Iran dengan Rusia dan China, termasuk dukungan yang diberikan kedua negara pada berbagai situasi yang dihadapi Teheran di panggung internasional.
“Negara-negara strategis seperti China dan Rusia akan tetap mendapatkan perlakuan istimewa dan kondisi yang menguntungkan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan Selat Hormuz,” ujar Azizi pada Sabtu (30/5/2026)
Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dapat berlaku bagi kapal dagang maupun kapal tanker yang berbendera atau berasal dari Rusia dan China.
Azizi menilai, Moskow dan Beijing selama ini menjadi mitra yang konsisten menjalin kerja sama dengan Iran, termasuk ketika negara tersebut menghadapi tekanan geopolitik dan ekonomi dari berbagai pihak.
Selain menyinggung hubungan dengan Rusia dan China, Azizi juga menegaskan posisi Iran terkait kewenangannya atas kawasan Selat Hormuz. Menurutnya, Iran memiliki hak untuk mengambil kebijakan yang dianggap perlu terkait jalur perairan tersebut.
Ia menyebut Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang sangat penting bagi kepentingan nasional Iran, baik dari sisi keamanan maupun geopolitik.
“Kawasan ini memiliki arti geopolitik yang sangat penting bagi kami. Selat Hormuz merupakan bagian dari wilayah geografis dan perairan yang terkait langsung dengan kepentingan Iran,” katanya.
Azizi menambahkan bahwa Teheran memandang keputusan terkait pengelolaan dan kebijakan di kawasan tersebut sebagai bagian dari hak kedaulatan negara.
Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu titik pelayaran paling vital di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah serta gas alam dari negara-negara produsen energi di kawasan Timur Tengah menuju pasar global.
Pernyataan pejabat parlemen Iran itu muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap stabilitas keamanan di kawasan Teluk, yang berpotensi memengaruhi arus perdagangan dan distribusi energi dunia. *** Sumber: Sputnik (raihan/sap)



















































