DPD RI dan Menlu Belarusia Sepakati Penguatan Diplomasi Parlemen dan Dorong Perdamaian Global

Jakarta, majalahparlemen.com — Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Republik Belarusia, Yang Mulia Maxim Ryzhenkov, beserta delegasi, Selasa (5/8/2025), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Kunjungan ini mempertegas komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral melalui diplomasi parlemen serta mendorong perdamaian di tengah ketegangan geopolitik global.

Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin memimpin langsung penerimaan resmi tersebut, didampingi Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman, Wakil Ketua BKSP, Darmansyah Husein, Sekjen DPD RI, Komjen Pol (Purn) Muhammad Iqbal, serta Deputi Bidang Administrasi, Lalu Niqman Zahir.

Dalam sambutannya, Sultan menyatakan bahwa Belarusia adalah mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia, sementara Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju ASEAN. Oleh karena itu, relasi kedua negara perlu terus diperluas dalam sektor-sektor seperti politik, ekonomi, investasi, teknologi, hingga pertahanan.

“Hubungan bilateral yang sudah mapan perlu diisi dengan kerja sama konkret. DPD RI siap memainkan peran aktif memperluas hubungan ini melalui diplomasi parlemen,” ujar Sultan.

Ia juga kembali mengusulkan percepatan pembukaan Kedutaan Besar RI di Minsk, mengingat saat ini urusan diplomatik Indonesia di Belarusia masih ditangani oleh KBRI Moskow. Sementara itu, Kedutaan Besar Belarusia telah hadir di Jakarta sejak tahun 2011.

“Keberadaan kedutaan akan meningkatkan intensitas kerja sama kedua negara, baik secara formal maupun antar-warga,” tambah Sultan.

Ketua DPD RI juga mengapresiasi kebijakan bebas visa 30 hari yang diberikan Pemerintah Belarusia kepada warga negara Indonesia. Ia berharap Indonesia dapat memberikan perlakuan serupa bagi warga Belarusia sebagai bentuk reciprocal diplomacy, apalagi dalam konteks pemulihan pasca-pandemi COVID-19 dan peningkatan konektivitas warga kedua negara.

Dalam tanggapannya, Menlu Maxim Ryzhenkov menyampaikan bahwa Presiden Belarusia sangat menaruh perhatian terhadap hubungan bilateral dengan Indonesia, dan ingin menjadikan Indonesia sebagai mitra jangka panjang.

“Indonesia adalah mitra strategis, bukan hanya bagi Belarusia, tapi juga dalam dinamika global. Kami sangat menghargai sambutan dari pimpinan DPD RI,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Konferensi Ekonomi Internasional di Belarusia, yang akan dihadiri negara-negara Eurasia seperti Rusia, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Indonesia diharapkan turut berpartisipasi dalam forum tersebut.

Menlu Ryzhenkov mengusulkan peningkatan hubungan antar-masyarakat melalui program sister city, pertukaran pelajar, dan pelonggaran visa bagi warga Belarusia ke Indonesia. Menurutnya, people-to-people contact merupakan jembatan penting dalam mempererat hubungan bilateral.

“Jika kemudahan visa dapat dibuka untuk warga kami, akan ada peningkatan signifikan dalam konektivitas dan kerja sama ekonomi,” imbuh Ryzhenkov.

Menanggapi pandangan DPD RI tentang perlunya penghentian konflik bersenjata di Eropa Timur, Ryzhenkov menegaskan bahwa Belarusia mendukung gencatan senjata dan perdamaian dalam konflik Rusia-Ukraina.

“Kami tidak percaya pada kemenangan dalam perang. Rakyat di kedua sisi sudah lelah. Perdamaian adalah satu-satunya jalan,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi peningkatan anggaran militer oleh beberapa negara NATO yang dianggap mengabaikan kepentingan rakyat.

“Belarusia tidak akan mengikuti kebijakan seperti itu. Kami lebih memilih mengalokasikan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Ketua DPD RI menyampaikan bahwa delegasi DPD akan melaksanakan kunjungan ke Moskow pada 6 – 10 Agustus 2025, memenuhi undangan dari Ketua Dewan Majelis Federal Rusia. Menlu Ryzhenkov merespons dengan mengundang kunjungan kenegaraan lanjutan ke Minsk sebagai bagian dari rangkaian diplomasi bilateral.

Sementara itu, Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman mendorong pembaruan MoU kerja sama parlemen yang ditandatangani pada 2015 agar tetap relevan dengan dinamika global.

“BKSP siap memfasilitasi pembaruan ini, khususnya dalam sektor strategis seperti perdagangan, pendidikan, pertanian, hingga industri pertahanan,” kata Gusti Farid.

Pertemuan kehormatan ini ditutup dengan pertukaran cinderamata antara pimpinan DPD RI dan delegasi Belarusia, disusul sesi foto bersama sebagai penanda penguatan komitmen persahabatan kedua negara. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *