Bertemu Dubes Rusia, OSO Minta Proyek Kereta Api di Kaltim Dipercepat

Jakarta, Majalah Parlemen — Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) menerima kunjungan delegasi Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. Pada kesempatan itu, keduanya membahas hubungan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Rusia.

Oesman Sapta menyambut baik kunjungan Dubes Federasi Rusia untuk Indonesia. Apalagi selama ini pemerintah Indonesia telah menjalin hubungan baik dengan Dubes Federasi Rusia yang sebelumnya.

“Pastinya hubungan kedua negara akan lebih baik, karena banyak memberikan harapan khususnya di bidang ekonomi. Kami juga menyambut baik kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke Indonesia untuk investasi,” kata Oesman Sapta di Gedung Nusantara III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Kepada Dubes Federasi Rusia, Oesman Sapta berharap agar pembangun rel kereta api di Kalimantan Timur bisa dipercepat. Pasalnya, masih banyak lagi proyek-proyek yang dikerjakan oleh Rusia terutama bauksit. “Bauksit kita terbesar di dunia. Makanya welcome untuk Rusia. Kita siap membantu bila Rusia mengalami kendala atau masalah,” tegas dia.

Ia juga berterimakasih bahwa Pemerintah Rusia telah meningkatkan investasi di Indonesia. Lantaran, Indonesia banyak sumber daya yang dapat dikelola. “Itu terbuka bagi negara-negara lain. Apalagi kita tahu bahwa Rusia saat ini tengah menggalakkan perekonomiannya. Kedepan kita berharap kerjasama bisa meningkat,” ujar Senator asal Provinsi Kalimantan Barat itu.

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengaku senang berada di Indonesia terutama keramahtamahan dan persahabatannya. “Kita banyak kesamaan walaupun Indonesia dan Rusia jaraknya sangat jauh,” kata dia.

Lyudmila menjelaskan, Rusia saat ini tengah mengalami invansi dari Amerika Serikat dan sekutunya terutama tuduhan serangan senjata kimia di Douma Suriah oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

“Tindakan ini juga salah, karena sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya serangan senjata kimia di Douma,” lontarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, Rusia saat ini mengalami perekonomian yang kurang baik. Untuk itu, pihaknya tengah meningkatkan kerjasama di Asia khususnya Indonesia.

“Memang saat ini kami sedang meningkatkan kerjasama dengan negara-negara lain,” kata Lyudmila. *** (nas/sap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *