
Rusia mulai mengimpor bensin dari India setelah serangan Ukraina terhadap kilang minyak memicu kelangkaan BBM. Moskow juga membatasi penjualan bahan bakar.
Jakarta, majalahparlemen.com — Rusia, salah satu eksportir energi terbesar dunia, mulai mengimpor bensin dari India setelah serangkaian serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan fasilitas penyimpanan menyebabkan pasokan bahan bakar domestik terganggu. Pemerintah Rusia juga membatasi ekspor BBM dan memperketat penjualan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.
Sedikitnya satu pengiriman sekitar 68.000 ton bensin dari India telah masuk ke pasar domestik Rusia. Tiga sumber industri mengatakan kepada Reuters bahwa kargo tersebut telah tiba, sementara data pelayaran mengonfirmasi pergerakannya.
Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak mengakui pada Rabu (19/8/2026), bahwa Rusia telah mulai mengimpor produk bahan bakar. Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai volume maupun negara asal seluruh impor tersebut.
Krisis pasokan tersebut terjadi setelah Ukraina meningkatkan serangan drone terhadap fasilitas energi Rusia. Kilang dan fasilitas pengolahan minyak menjadi salah satu sasaran serangan Kyiv dalam upaya mengganggu kemampuan Rusia menopang perang.
Kelangkaan bensin telah muncul di sejumlah wilayah Rusia sejak beberapa bulan terakhir. Pada Agustus 2026, pembatasan kembali diberlakukan sedikitnya di 10 wilayah setelah serangkaian serangan terhadap kilang memperburuk gangguan pasokan.
Di Moskow, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar kembali membatasi jumlah bensin yang dapat dibeli konsumen. Perusahaan minyak milik negara Rosneft membatasi pembelian bensin hingga 30 liter per kendaraan di seluruh stasiunnya di Rusia.
Perusahaan lain juga menerapkan pembatasan. Gazprom Neft, misalnya, menetapkan batas 40 liter di stasiun otomatis dan 60 liter di stasiun reguler, sementara Tatneft membatasi pembelian hingga 50 liter per kendaraan.
Kargo dari India menunjukkan perubahan yang tidak biasa dalam perdagangan energi Rusia. Negara yang selama ini dikenal sebagai pemasok minyak dan produk turunannya kini harus mendatangkan sebagian kebutuhan bahan bakar olahan dari luar negeri.
Menurut data pelayaran yang dikutip Reuters, sebuah kapal tanker berbendera Oman mengangkut sekitar 68.000 ton bensin. Muatan tersebut sebelumnya berasal dari pelabuhan Vadinar, India, kemudian dipindahkan antarkapal di sekitar Port Said, Mesir, sebelum dibawa menuju Rusia.
Kargo itu kemudian dibongkar di pelabuhan Vitino, Rusia, di kawasan Arktik, pada awal Agustus 2026. Bensin tersebut selanjutnya dikirim melalui jalur kereta api untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Data industri yang dikutip Reuters menunjukkan sedikitnya dua pengiriman bensin tambahan dari India diperkirakan tiba di pelabuhan Rusia dalam dua pekan berikutnya. Rusia juga mengatur pasokan melalui jalur kereta api dari Belarus dan Kazakhstan.
Untuk menjaga pasokan dalam negeri, pemerintah Rusia mengambil sejumlah langkah, termasuk melarang ekspor bahan bakar dan mulai mengimpor produk minyak dari luar negeri. Reuters juga melaporkan bahwa Rusia telah mendatangkan solar dari Asia ke pelabuhan-pelabuhan di kawasan Timur Jauh.
Langkah tersebut memperlihatkan tekanan yang dihadapi sistem pengolahan minyak Rusia. Negara itu tetap memiliki produksi minyak mentah dalam jumlah besar, tetapi kapasitas pengolahan menjadi titik yang lebih rentan ketika kilang mengalami kerusakan atau harus menghentikan operasi. *** Sumber: Reuters (fatoni/raihan)


















































