Nelayan WNI Penyelamat Lansia Terima Penghargaan Presiden Korsel

Jakarta, majalahparlemen.com — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menganugerahkan Order of Civil Merit (Medali Dongbaek) kepada Sugianto, warga negara Indonesia (WNI) asal Indramayu, Jawa Barat, atas aksi kemanusiaannya menyelamatkan tujuh warga lanjut usia (lansia) saat kebakaran hutan di Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara resmi di Istana Presiden Blue House, Seoul, Jumat (2/1/2026), dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube MBC News.

Sugianto menjadi satu-satunya warga negara asing dari total 11 penerima penghargaan dalam acara tersebut. Pemerintah Korea Selatan sebelumnya juga memberikan visa tinggal jangka panjang kategori F-2 kepada Sugianto sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kepeduliannya.

Penghargaan negara itu diberikan atas peristiwa penyelamatan yang terjadi pada Maret 2025, ketika kebakaran hutan melanda wilayah pesisir Chuksan-myeon, Yeongdeok. Saat itu, Sugianto yang tengah menjalani shift malam sebagai nelayan, melihat api mulai merambat ke permukiman warga.

Ia segera berteriak memperingatkan penduduk sekitar dan berlari dari rumah ke rumah untuk membantu evakuasi. Mengingat lokasi desa berada di lereng curam, Sugianto bahkan menggendong sejumlah lansia dan membawa mereka sejauh sekitar 300 meter menuju area yang lebih aman. Seluruh warga yang dievakuasi dilaporkan selamat.

Diwartakan Kompas.com, Sugianto mengaku tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan.

“Gak nyangka. Sampai orang Koreanya juga ngomong walau mereka orang Korea susah kalau mau ketemu sama Presiden tuh,” ujar Sugianto.

Pria berusia 31 tahun itu berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi inspirasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara.

“Saya lihat di media sosial ramai, alhamdulillah. Semoga bisa jadi inspirasi PMI lain di mana pun,” katanya.

Sugianto telah menetap di Korea Selatan selama sembilan tahun dan dikenal warga sekitar sebagai sosok yang kerap membantu para lansia di lingkungannya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berpesan agar sesama PMI tidak ragu menolong siapa pun tanpa memandang perbedaan negara maupun latar belakang.

“Saling menolong itu kewajiban sesama manusia,” ujarnya.

Sementara itu, istri Sugianto, Indah (30), mengungkapkan adanya ketertarikan dari seorang sutradara untuk mengangkat kisah heroik suaminya ke layar lebar.

“Sudah sempat ketemu dan ngobrol. Suami saya ceritakan langsung bagaimana kejadian waktu itu,” kata Indah saat ditemui di rumah mereka di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1/2026).

Indah menambahkan, sejak lama suaminya dikenal sebagai pribadi yang ringan tangan dan gemar menolong sesama.

“Senang sekali. Suami saya cuma niat nolong, tidak menyangka akan sampai sejauh ini. Saya kira paling dapat penghargaan dari posko atau menteri, ternyata langsung dari presiden,” tuturnya. *** Sumber: MBC News (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *