Pelatihan Budidaya Ikan Siapkan Pemuda Aceh ke Luar Negeri

Pelatihan budidaya ikan di Aceh membekali calon pekerja migran dengan keterampilan perikanan sebelum mencari peluang kerja di Malaysia dan Brunei.

Banda Aceh, majalahparlemen.com — Keterampilan menjadi salah satu tantangan bagi anak muda yang ingin bekerja di luar negeri, terutama ketika pekerjaan yang dituju membutuhkan kemampuan teknis tertentu. Di Aceh, pelatihan budidaya ikan air tawar digunakan untuk memperkuat keterampilan calon pekerja sebelum mereka mencari peluang kerja di luar negeri.

Salah satu pesertanya, Muhammad Ichsan, mengikuti pelatihan setelah mengetahui Program SMK Go Global melalui Instagram BP3MI Aceh. Pemuda asal Aceh Tamiang itu sebelumnya belum memiliki pengalaman mendalam dalam budidaya ikan, meski kegiatan tersebut cukup dikenal di daerah asalnya.

Dalam pelatihan di Universitas Indonesia Venezuela, Aceh, Ichsan mempelajari sejumlah tahapan budidaya, mulai dari menyiapkan wadah, memilih induk, pemijahan hingga pembuatan pakan.

“Saya ingin mengembangkan skill saya di bidang perikanan. Di kampung saya banyak masyarakat yang melakukan budidaya ikan, jadi saya ingin tahu lebih banyak ilmunya dan mengembangkan skill saya,” ujar Ichsan saat diwawancarai usai mengikuti sesi pelatihan budidaya ikan tawar di Universitas Indonesia Venezuela, Aceh, Senin (28/9/2026).

Materi praktik menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya mempelajari teori. Mereka terlibat langsung dalam proses pemijahan, perawatan telur dan larva, pengelolaan kualitas air serta pemberian pakan.

Instruktur Edi Miswar mengatakan, peserta berasal dari latar belakang yang berbeda. Sebagian memiliki pengalaman di bidang perikanan, sementara lainnya memulai dari dasar. Menurut pengamatannya, sekitar 80 persen peserta mulai mampu menjalankan praktik dengan lebih mandiri selama pelatihan.

Peserta juga diperkenalkan dengan analisis usaha sehingga keterampilan budidaya tidak hanya dipahami sebagai pekerjaan teknis, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Bagi Ichsan, pelatihan tersebut menjadi persiapan sebelum mencari pekerjaan di Malaysia. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat digunakan kembali di kampung halamannya dan dibagikan kepada masyarakat yang menjalankan usaha budidaya ikan.

Peserta lain, Rizki Aulia Ramadhana dari Sabang, juga mengikuti pelatihan setelah memperoleh informasi dari BP3MI Aceh. Dengan latar belakang pendidikan ilmu kelautan, ia melihat budidaya ikan memiliki keterkaitan dengan pengetahuan yang telah dipelajarinya.

Rizki kini mempersiapkan diri untuk peluang penempatan di Malaysia dan Brunei Darussalam. Selama pelatihan, ia mempelajari proses yang sebelumnya belum dikuasainya, termasuk pemberian rangsangan pada induk ikan untuk pemijahan dan pemeliharaan larva.

Pelatihan berlangsung pada 28 September 2026 dan menjadi bagian dari upaya membekali peserta dengan keterampilan sebelum memasuki pasar kerja luar negeri. Bagi peserta yang belum memiliki pengalaman, praktik langsung memberi kesempatan untuk memahami pekerjaan secara lebih konkret. *** (fatoni/raihan)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *