215.603 Lowongan Luar Negeri Belum Terserap, KemenP2MI Siapkan Program SMK Go Global

Sebanyak 215.603 peluang kerja luar negeri belum terserap hingga 30 Agustus 2026. KemenP2MI menargetkan penempatan 500 ribu tenaga kerja melalui SMK Go Global hingga 2029.

Jakarta, majalahparlemen.com — Sebanyak 215.603 peluang kerja di luar negeri masih belum terserap hingga 30 Agustus 2026. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional dan kemampuan tenaga kerja Indonesia memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Data Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) mencatat terdapat 289.938 peluang kerja luar negeri hingga akhir Agustus. Dari jumlah tersebut, baru 74.335 posisi atau sekitar 25,64 persen yang telah terisi, “ kata Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani saat konferensi pers bersama Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Muhammad Qodari, di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) merespons kondisi tersebut dengan program SMK Go Global, yang diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Baca juga :
KemenP2MI dan Kemlu Perkuat Sinergi untuk Penempatan Lulusan SMK ke Luar Negeri

Wakil Menteri P2MI sekaligus Pelaksana Harian Menteri P2MI, Christina Aryani mengatakan program tersebut menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional hingga 2029.

Dari jumlah itu, sebanyak 300.000 tenaga kerja ditargetkan berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200.000 lainnya berasal dari kelompok tenaga kerja umum.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja global. Pemerintah menargetkan proses tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan kesiapan kerja dan penempatan.

Baca juga :
KemenP2MI Gandeng Kemenpar Siapkan Talenta Hospitality untuk SMK Go Global

Target penempatan disusun bertahap. KemenP2MI menargetkan 40.000 tenaga kerja ditempatkan pada 2026, meningkat menjadi 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Sektor yang menjadi sasaran antara lain perawat, caregiver atau careworker, tenaga las, sopir bus dan truk, serta hospitality. Negara tujuan mencakup Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki dan sejumlah negara di Eropa.

Besarnya jumlah peluang kerja yang belum terserap menunjukkan bahwa persoalan penempatan pekerja migran tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lowongan. Tenaga kerja juga harus memiliki kompetensi dan memenuhi kualifikasi yang diminta negara maupun perusahaan pemberi kerja.

Baca juga :
KemenP2MI Buka Pelatihan SMK Go Global untuk Calon Pekerja Migran

Pada 2026, pelaksanaan SMK Go Global dilakukan dalam beberapa gelombang. Sebanyak 3.340 peserta dari Batch 1 Gelombang 1 dan 2 telah terpilih mengikuti pelatihan yang berlangsung dalam 167 kelas di 20 wilayah kerja Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Pendaftaran Batch 1 Gelombang 3 masih berlangsung pada 1–11 September 2026. Pemerintah menyatakan peserta tidak dikenai biaya karena seluruh pembiayaan program berasal dari APBN.

Setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan pendampingan kesiapan kerja, informasi peluang kerja, serta fasilitasi pencocokan tenaga kerja dengan kebutuhan industri dan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI). *** (fatoni/raihan)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *