
Anggota DPD RI, Alfiansyah Komeng mendukung kepemimpinan Achmad Azran di FORKABI dan menilai pelestarian budaya Betawi sejalan dengan amanat konstitusi.
Jakarta, majalahparlemen.com — Upaya pelestarian budaya daerah dinilai memerlukan dukungan organisasi masyarakat, pemerintah, dan tokoh publik agar warisan budaya tetap terjaga di tengah perubahan sosial dan arus globalisasi.
Dalam konteks tersebut, Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Alfiansyah Komeng, menyatakan dukungannya kepada Ketua Umum DPP FORKABI, Achmad Azran atau Bang Azran dalam memimpin organisasi masyarakat Betawi tersebut. Dukungan itu disampaikan saat pelantikan pengurus FORKABI di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2026).
Komeng menilai, pelestarian budaya Betawi merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur peran negara dalam memajukan kebudayaan nasional. Menurutnya, organisasi yang bergerak dalam pelestarian budaya turut berkontribusi menjaga identitas bangsa.
Baca juga :
HUT ke-499 Jakarta, Bang Azran Dorong Kota Global yang Tetap Berakar pada Budaya
Dalam sambutannya, Komeng mengatakan, pembangunan budaya perlu berjalan seiring dengan pembangunan di sektor lain. Ia menyebut kebudayaan dapat menjadi identitas sekaligus sarana memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.
Ia juga mendorong FORKABI memberi perhatian pada pengembangan kuliner Betawi sebagai bagian dari warisan budaya. Menurutnya, kuliner, bahasa, adat, dan kesenian merupakan unsur budaya yang saling melengkapi dan dapat diperkenalkan lebih luas.
Selain itu, Komeng mengapresiasi keberadaan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor kebudayaan.
Baca juga :
Festival Walet Emas 2026 Angkat Peran Perantau dalam Integrasi Sosial dan Budaya
Menanggapi dukungan tersebut, Ketua Umum DPP FORKABI, Achmad Azran menyampaikan apresiasi kepada Komeng. Ia mengatakan, organisasi yang dipimpinnya akan terus berupaya melibatkan seniman, budayawan, tokoh masyarakat, generasi muda, serta pelaku usaha mikro dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya Betawi.
Azran menyatakan, kepengurusannya berkomitmen membuka ruang bagi berbagai komunitas budaya untuk berpartisipasi dalam pengembangan seni, tradisi, bahasa, pencak silat, dan kuliner Betawi. Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu upaya memperkuat eksistensi budaya Betawi di tingkat nasional.
Ia juga menyebut FORKABI telah melibatkan sejumlah seniman dan tokoh budaya dalam berbagai kegiatan organisasi sejak awal kepemimpinannya sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat. *** (raihan/sap)



















































