Menteri Karding Tinjau P3MI di Bekasi: Ada yang Profesional, Ada yang Bermasalah

Bekasi, majalahparlemen.com — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (MenP2MI), Abdul Kadir Karding melakukan kunjungan lapangan kepada dua perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) di Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa tidak semua P3MI beroperasi sesuai aturan. Ada yang profesional dan legal, namun ada pula yang terbukti melanggar hak pekerja.

Menteri Karding mengunjungi PT Joe Manpower International yang berlokasi tepat di samping PT Putri Samawa Mandiri, perusahaan yang baru-baru ini disegel pemerintah karena melanggar hak 326 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dengan kerugian total mencapai Rp 6,3 miliar.

“Kunjungan ini membuktikan bahwa ada perusahaan yang dikelola secara sehat, dan ada pula yang nakal. Dua-duanya ada di sini, berdampingan,” ujar Menteri Karding di sela kunjungan, Selasa (8/7/2025).

Ia menyampaikan apresiasi terhadap PT Joe Manpower International karena telah menjalankan proses penempatan tenaga kerja secara tertib, legal, dan manusiawi. Di perusahaan ini, calon pekerja migran dibekali pelatihan bahasa, keterampilan merawat bayi dan lansia, serta pelatihan tata boga sebelum diberangkatkan ke negara tujuan seperti Taiwan dan Singapura.

“Saya lihat langsung bagaimana pelatihan bahasa dilakukan, juga pelatihan menjadi caregiver yang profesional. Ini penting untuk memastikan pekerja kita siap dan mampu bersaing,” ujar Karding.

Tak hanya pelatihan, Menteri Karding juga memuji perusahaan tersebut karena membantu proses legalisasi dokumen dan kontrak kerja para CPMI secara transparan dan akuntabel. “Anak-anak ini dilatih dulu, diberi bekal, lalu dibantu semua administrasi termasuk kontrak kerjanya. Ini contoh praktik yang patut ditiru,” katanya.

Di sela-sela kegiatan, Menteri Karding menyempatkan diri bercengkerama dengan para calon pekerja. Ia memberikan pesan moral agar mereka menjaga etika dan sikap selama bekerja di luar negeri, karena citra Indonesia di mata dunia sangat dipengaruhi oleh perilaku individu.

“Jaga sikap. Kalau kalian tidak menjaga nama baik, bisa merusak peluang bagi teman-teman lain yang ingin bekerja ke luar negeri nanti,” ujarnya dengan tegas.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar para CPMI bijak mengelola penghasilan yang diperoleh dari luar negeri. Ia menyarankan agar pendapatan tidak dihabiskan seluruhnya, melainkan disisihkan untuk investasi atau tabungan jangka panjang.

“Sebagian cukup dikirim ke keluarga, tapi sisanya sebaiknya ditabung atau diinvestasikan agar masa depan kalian lebih terjamin,” pesan Karding. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *