Ketua DPD KNPI Kab Bogor, Farizan Dukung Alim Setiawan sebagai Wamentan

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Farizan mendukung Alim Setiawan sebagai Wamentan. Ia mendorong keterlibatan pemuda dalam pertanian modern dan ketahanan pangan.

Bogor, majalahparlemen.com — Regenerasi petani dan keterlibatan generasi muda menjadi tantangan dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia. Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan, pemuda dinilai perlu mengambil peran lebih besar, mulai dari penerapan teknologi hingga pengembangan usaha pertanian.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Farizan, menyatakan dukungannya kepada Prof. Dr. Ir. Alim Setiawan Slamet, S.Si., M.Si., sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Dukungan itu disampaikan dalam momentum pertemuan Farizan dengan Alim Setiawan, yang juga disebut menjabat sebagai Rektor IPB University.

Dalam pertemuan tersebut, Farizan menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, daya saing, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam pembangunan, termasuk di sektor pertanian. “Mudah-mudahan ada tindak lanjut berupa program konkret terkait keterlibatan pemuda,” kata Farizan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2026).

Farizan menilai organisasi kepemudaan perlu mendorong anggotanya mengambil peran strategis dalam menjawab persoalan pembangunan daerah. Menurut dia, pemuda tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi harus ikut menciptakan inovasi dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Saya berharap pemuda memiliki mentalitas pejuang, bukan hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Pemuda harus mampu menjadi motor penggerak, menciptakan inovasi, dan melahirkan generasi yang hebat bagi daerahnya masing-masing. Salah satu sektor strategis yang harus mulai kita perjuangkan bersama adalah ketahanan pangan nasional,” kata Farizan.

Ia juga mendorong perubahan pandangan terhadap profesi petani yang kerap dianggap kurang menarik bagi generasi muda. Pendidikan, pemanfaatan teknologi, inovasi, dan pengembangan usaha dinilai dapat membuka peluang bagi pertanian yang lebih produktif sekaligus memberikan prospek ekonomi bagi anak muda.

Menurut Farizan, petani modern perlu dibangun melalui keterlibatan langsung generasi muda dalam proses produksi dan pengelolaan usaha pertanian. Peran itu dapat mencakup penerapan teknologi, pengembangan agribisnis, pemanfaatan lahan, serta penguatan kelembagaan petani.

Farizan berharap kerja sama antara organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha pertanian semakin terbuka. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan pengetahuan akademik, dukungan kebijakan, dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Ketahanan pangan Indonesia harus menjadi perjuangan bersama. Kita membutuhkan pemuda yang berani mengambil tanggung jawab, berani berinovasi, dan mau bekerja langsung di lapangan. Petani modern harus mulai tumbuh dari tangan-tangan pemuda yang memiliki ilmu, semangat, dan kemauan untuk membangun negeri,” ujarnya.

Dorongan tersebut relevan dengan kebutuhan memperluas regenerasi petani dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Meski demikian, keterlibatan pemuda memerlukan dukungan yang lebih luas, antara lain akses terhadap lahan, pembiayaan, pelatihan, teknologi, pendampingan, dan pasar. Tanpa dukungan tersebut, ajakan agar generasi muda masuk ke sektor pertanian berisiko sulit diwujudkan secara berkelanjutan.

Bagi Farizan, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kemandirian pangan. Ia menilai penguatan karakter, keterampilan, dan kemandirian pemuda perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi serta pengembangan potensi daerah.

Dukungan Farizan kepada Alim Setiawan sebagai Wamentan sekaligus menjadi momentum untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap peran pemuda dalam pembangunan pertanian. Misalnya, pelatihan pertanian berbasis teknologi, pendampingan usaha agribisnis bagi pemuda, kemitraan dengan perguruan tinggi, serta pembukaan akses pasar bagi petani muda. *** (fatoni/raihan)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *