
Kemendes PDT memperkuat kolaborasi dengan PT Mojo Indonesia Raya untuk memperluas pelatihan vokasi dan penempatan tenaga kerja profesional asal desa ke Jepang sebagai upaya mengurangi pengangguran di perdesaan.
Jakarta, majalahparlemen.com — Tingginya angka pengangguran di wilayah perdesaan masih menjadi tantangan pembangunan yang mendorong pemerintah mencari model kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain memperkuat penciptaan lapangan kerja di dalam negeri, pemerintah juga membuka akses pelatihan vokasi dan penempatan tenaga kerja profesional ke luar negeri sebagai salah satu alternatif bagi pemuda desa yang memenuhi persyaratan.
Karena itu, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memperkuat kerja sama dengan PT Mojo Indonesia Raya yang selama ini memfasilitasi pelatihan vokasi sekaligus penyaluran tenaga kerja profesional ke Jepang secara berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Kemendes PDT, Taufik Madjid mengatakan, kolaborasi tersebut dinilai membantu upaya pemerintah menekan angka pengangguran, terutama di kalangan pemuda desa. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi PT Mojo Indonesia Raya terkait pelepasan tenaga migran Indonesia ke Jepang di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Baca juga :
Kemendes Perluas Desa Tematik dan Program SEHATI untuk Perkuat Ekonomi Desa
Taufik menyebut, kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat desa, terutama di wilayah Jawa Barat yang menjadi salah satu daerah terdekat dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurut dia, Kemendes PDT akan terus mendukung upaya perluasan informasi dan akses bagi masyarakat desa yang ingin mengikuti program pelatihan maupun penempatan kerja profesional di luar negeri.
Selain itu, kementerian juga akan mengintensifkan sosialisasi serta pendataan pengangguran pemuda di berbagai desa melalui instrumen 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Pendataan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.
Baca juga :
Mendes Yandri: Pemuda Jangan Jadi Penonton, Bangun Desa Sekarang!
Langkah tersebut, menurut Taufik, sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
“Kami juga siap membantu, memfasilitasi, menyosialisasikan, serta memberikan informasi dan akses kepada masyarakat di wilayah desa, perdesaan, termasuk daerah tertinggal yang menjadi salah satu tugas pokok kami di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” ujar Taufik.
Audiensi tersebut juga dihadiri Staf Khusus Menteri, Andi Rahma, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Agustomi Masik, serta Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), Samsul Widodo. *** (raihan/sap)



















































