100 Peserta Barista Garut Disiapkan untuk Pasar Kerja Internasional

Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan barista SMK Go Global di BLK Garut sebagai bekal menghadapi peluang kerja di luar negeri.

Garut, majalahparlemen.com — Keterampilan kerja menjadi salah satu tantangan bagi lulusan sekolah yang ingin masuk ke pasar kerja luar negeri. Karena itu, pelatihan tidak cukup hanya mengajarkan kemampuan teknis, tetapi juga perlu membentuk disiplin, komunikasi dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja baru.

Hal tersebut menjadi fokus program SMK Go Global melalui pelatihan Barista di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan selama 16 hari atau 160 jam pelajaran.

Baca juga :
KemenP2MI dan Kemlu Perkuat Sinergi untuk Penempatan Lulusan SMK ke Luar Negeri

Materi pelatihan mencakup pengenalan berbagai jenis kopi, teknik penyeduhan, manual brew, penggunaan mesin espresso, pembuatan minuman, pelayanan pelanggan, pengelolaan bahan dan peralatan, hingga keselamatan dan kesehatan kerja. Komposisinya sekitar 70 persen hard skill dan 30 persen soft skill.

Peserta juga menjalani simulasi operasional kedai selama dua hari terakhir. Mereka bergantian menjalankan fungsi sebagai barista, kasir, waiter dan pelanggan. Evaluasi kemampuan dilakukan melalui praktik dan battle barista, sehingga peserta dapat mengetahui keterampilan yang masih perlu diperbaiki.

Ditemui di Garut, Selasa (22/9/2026), Instruktur Barista BLK Garut, Aline Novita Dewi, mengatakan pembentukan disiplin menjadi bagian dari pelatihan. Peserta diwajibkan hadir sejak pagi dan mengikuti apel sebelum kegiatan dimulai. Sejumlah peserta bahkan memanfaatkan waktu di luar jam pelatihan untuk berlatih hingga malam.

Baca juga :
KemenP2MI Buka Pelatihan SMK Go Global untuk Calon Pekerja Migran

Bagi peserta, pelatihan tersebut menjadi kesempatan memperoleh keterampilan baru. Tiara, lulusan SMK Negeri 1 Garut, sebelumnya belum memiliki pengalaman di bidang kopi. Ia mengikuti program setelah mengetahui informasinya melalui media sosial karena ingin memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.

Peserta lainnya, Muhammad Zaki, juga memulai dari nol. Ia mengetahui program melalui media sosial BP3MI Jawa Barat. Selama pelatihan, ia belajar teknik penyeduhan hingga latte art dan berharap dapat bekerja sebagai barista di luar negeri, termasuk memiliki rencana ke Turki.

BLK Garut menyatakan pelatihan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kementerian Ketenagakerjaan. Karena diarahkan untuk calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri, pembelajaran diperkuat dengan praktik dan simulasi kondisi kerja.

BLK Kabupaten Garut diketahui telah dua kali berkolaborasi dengan KP2MI dalam pelaksanaan pelatihan. Pada kegiatan kali ini, kejuruan barista dipilih dengan mempertimbangkan ketersediaan instruktur, fasilitas dan kapasitas pelatihan.*** (fatoni/raihan)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *