Rusia dan Belarusia Gelar Latihan Militer, Rudal Iskander Dilengkapi Hulu Ledak Nuklir

Rusia dan Belarusia menggelar latihan nuklir bersama dengan simulasi pemasangan hulu ledak nuklir pada rudal Iskander di tengah meningkatnya ketegangan dengan NATO.

Minsk, majalahparlemen.com — Ketegangan keamanan di kawasan Eropa Timur kembali menjadi perhatian setelah Rusia dan Belarusia menggelar latihan nuklir bersama yang melibatkan rudal balistik jarak pendek Iskander. Latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya belanja pertahanan negara-negara NATO Eropa dan saling tuding ancaman keamanan antara Moskow dan blok Barat.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (21/5/2026) merilis rekaman latihan yang menunjukkan pasukan berlatih memasang hulu ledak nuklir pada sistem rudal Iskander yang ditempatkan di Belarusia. Secara geografis, Belarusia berada di antara beberapa negara: Rusia di sebelah timur, Ukraina di selatan, Polandia di barat, serta Lithuania dan Latvia di utara.

Rekaman Latihan tersebut juga memperlihatkan proses pengiriman “amunisi khusus” — istilah militer Rusia untuk muatan nuklir — ke lokasi penyimpanan lapangan milik brigade rudal Belarusia. Rusia tidak menyebut secara rinci koordinat atau pangkalan spesifik tempat latihan berlangsung.

Dalam video itu, personel militer terlihat melakukan penanganan hulu ledak pada siang dan malam hari sebelum unit rudal bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk simulasi peluncuran.

Latihan tersebut merupakan bagian dari kerja sama berbagi nuklir Rusia-Belarusia yang diumumkan pada 2023. Moskow sebelumnya menyebut mekanisme itu serupa dengan praktik penempatan senjata nuklir Amerika Serikat di sejumlah negara anggota NATO.

Rusia dan Belarusia menyatakan kerja sama tersebut dilakukan sebagai respons atas apa yang mereka sebut meningkatnya tekanan dan permusuhan dari aliansi militer pimpinan Amerika Serikat.

Selain rudal Iskander, Kementerian Pertahanan Rusia juga merilis video lain yang menampilkan elemen triad nuklir Rusia dalam latihan yang lebih luas. Rekaman mencakup pergerakan peluncur rudal balistik antarbenua berbasis darat, pengerahan kapal selam nuklir Imperator Aleksandr III di Samudra Pasifik, serta persiapan penerbangan jet tempur MiG-31K yang membawa rudal hipersonik Kinzhal.

Rudal Kinzhal diketahui memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir dan menjadi salah satu sistem persenjataan strategis yang kerap diperlihatkan Moskow dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Rusia menyatakan latihan pekan ini bertujuan meningkatkan kesiapan Rusia dan Belarusia untuk menghadapi situasi yang digambarkan sebagai “kondisi agresi” dari negara asing.

Di sisi lain, sejumlah negara NATO Eropa dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan anggaran pertahanan dan program modernisasi militer dengan alasan kekhawatiran terhadap potensi ancaman Rusia, terutama sejak perang di Ukraina berlangsung. Moskow berulang kali membantah memiliki rencana menyerang negara-negara NATO. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *