DPD RI dan Rosatom Bahas Peluang PLTN untuk Kebutuhan Energi Indonesia

Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin menerima kunjungan Rosatom Rusia untuk membahas potensi pengembangan PLTN sebagai sumber energi bersih dan stabil bagi Indonesia.

Jakarta, majalahparlemen.com — Kebutuhan energi nasional yang terus meningkat di tengah tekanan transisi energi global mendorong pemerintah dan lembaga negara mulai membuka pembahasan lebih luas mengenai sumber energi alternatif, termasuk tenaga nuklir. Di sisi lain, target penurunan emisi dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil juga menjadi bagian dari agenda jangka panjang Indonesia.

Isu tersebut menjadi salah satu topik dalam pertemuan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, dengan Direktur Jenderal badan atom Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sultan mengatakan, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan elektrifikasi nasional, terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Menurut dia, energi nuklir menjadi salah satu opsi energi rendah emisi yang dapat mendukung target pengurangan karbon dan komitmen net zero emission Indonesia.

“Energi nuklir merupakan sumber energi bersih yang efisien untuk masa depan,” kata Sultan dalam pertemuan itu.

Ia menambahkan, pembahasan pengembangan energi nuklir di Indonesia masih menghadapi tantangan penerimaan publik karena teknologi tersebut relatif baru dan kerap dikaitkan dengan isu keselamatan.

Karena itu, menurut Sultan, diperlukan sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat sebelum implementasi proyek PLTN dilakukan.

DPD RI, lanjutnya, juga menyatakan dukungan terhadap kerja sama Indonesia dan Rusia di sektor energi, termasuk pembahasan regulasi energi baru terbarukan.

Dalam pertemuan tersebut, Rosatom memaparkan sejumlah opsi pengembangan PLTN di Indonesia, termasuk aspek teknologi dan skema pembiayaan proyek.

Alexey Likhachev mengatakan kebutuhan energi Indonesia diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang besar.

Ia menyebut Indonesia membutuhkan sumber energi yang stabil untuk mendukung aktivitas industri dan pembangunan jangka panjang.

Rosatom juga mengusulkan pengembangan PLTN terapung di sejumlah wilayah Indonesia. Menurut Likhachev, konsep tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi penyediaan listrik di kawasan kepulauan.

“Kami percaya Indonesia membutuhkan sumber energi yang stabil dan mandiri,” ujar Likhachev.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Indonesia dan PT PLN terkait potensi kerja sama teknis pengembangan PLTN.

Pembahasan mengenai energi nuklir kembali mengemuka di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional dan dorongan transisi menuju energi rendah karbon. Namun hingga kini, Indonesia belum memiliki PLTN komersial dan masih berada pada tahap kajian regulasi, kesiapan teknologi, serta penerimaan masyarakat. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *