KemenP2MI Dorong Pelayanan Humanis dan Berintegritas di BP3MI Yogyakarta

Yogyakarta, majalahparlemen.com — Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) Ahnas, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan penempatan pekerja migran melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), pemahaman regulasi, serta integritas aparatur di lingkungan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Yogyakarta.

Penegasan tersebut disampaikan Ahnas saat memberikan pembinaan kepada jajaran pegawai BP3MI Yogyakarta, Selasa (30/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan publik di sektor penempatan dan pelindungan pekerja migran.

Menurut Ahnas, SDM merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya calon pekerja migran Indonesia. Pemahaman regulasi oleh petugas pelayanan dinilai sangat krusial, terutama dalam proses pemeriksaan dokumen agar pelayanan dapat berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.

“Petugas pelayanan harus memahami regulasi secara utuh. Dengan begitu, pelayanan bisa dilakukan secara efisien tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian,” ujarnya.

Selain aspek teknis, Ahnas menekankan pentingnya pelayanan yang humanis. Pelayanan yang dilakukan dengan empati dan ketulusan, menurutnya, akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap negara dalam proses penempatan pekerja migran.

Ahnas juga menyoroti bahwa layanan penempatan pekerja migran melibatkan banyak pihak lintas sektor. Oleh karena itu, penguatan komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan yang berkelanjutan.

Hal lain yang tak kalah penting, lanjut Ahnas, adalah integritas aparatur. Ia mengingatkan bahwa petugas BP3MI bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga integritas menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah kelembagaan.

“Kalau integritas buruk, kelembagaan akan tercoreng. Pengawasan internal, komunikasi, dan koordinasi antarsesama pegawai harus dibangun untuk menjaga integritas petugas pelayanan,” tegasnya.

Dalam arahannya, Ahnas juga mendorong dilakukannya evaluasi kinerja secara berkala disertai sistem pelaporan yang jelas, target yang terukur, serta capaian yang transparan agar kualitas dan kuantitas pelayanan terus meningkat.

Menutup pembinaannya, Ahnas mengajak seluruh jajaran BP3MI Yogyakarta untuk bersama-sama menata pelayanan yang lebih baik ke depan dengan membangun soliditas, kesamaan persepsi dalam memahami regulasi, serta pembenahan sarana dan prasarana pelayanan.

“Terima kasih dan apresiasi atas kerja-kerja terbaik jajaran BP3MI D.I. Yogyakarta dalam memberikan pelayanan penempatan kepada calon pekerja migran Indonesia. Semoga kualitas layanan semakin meningkat di tahun 2026,” tutup Ahnas. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *