Bang Azran Dorong Warga Cipayung Biasakan Pilah Sampah dari Rumah

Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Achmad Arzan mendorong warga di Cipayung, Jakarta Timur agar membiasakan memilah sampah dari rumah. Ia memberikan bantuan tempat sampah, melakukan menanam pohon, dan memberikan penghargaan kepada warga.

Jakarta, majalahparlemen.com — Persoalan sampah rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan kapasitas pengangkutan dan pengelolaan oleh pemerintah, tetapi juga dengan kebiasaan warga dalam menangani sampah sejak dari sumbernya. Pemilahan sampah dari rumah menjadi salah satu langkah yang didorong untuk mengurangi persoalan tersebut.

Dorongan itu disampaikan anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Achmad Azran, dalam kegiatan kepedulian lingkungan di RW 03, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (23/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran menyerahkan tempat sampah kepada warga untuk mendukung pemilahan sampah rumah tangga. Ia juga menanam pohon secara simbolis dan memberikan penghargaan kepada warga yang dinilai memiliki praktik pemilahan sampah terbaik.

Menurut Azran, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat karena sebagian besar sampah berasal dari aktivitas sehari-hari rumah tangga. Pemilahan sejak awal, kata dia, dapat membantu membedakan sampah organik dan anorganik sebelum masuk ke tahap pengelolaan berikutnya.

Ia menilai, perubahan perilaku perlu dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat keluarga. Jika dilakukan secara konsisten, pemilahan dari rumah dapat menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan di tingkat RT dan RW.

Kegiatan di Setu juga menempatkan warga sebagai bagian penting dalam upaya menjaga lingkungan. Penanaman pohon dilakukan bersamaan dengan penyerahan tempat sampah, sementara penghargaan diberikan kepada Drs. H. Suprayogi atas praktik pemilahan sampah terbaik tingkat Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak semata-mata bergantung pada penyediaan sarana. Kebiasaan warga dalam memilah dan mengelola sampah juga menjadi bagian dari rantai pengelolaan yang menentukan apakah sampah dapat ditangani sejak dari sumbernya.

Azran, yang juga menjabat Ketua Umum DPP FORKABI, berharap agar kegiatan serupa tidak berhenti pada pembagian tempat sampah, penanaman pohon atau pemberian penghargaan. Ia mendorong agar praktik tersebut diteruskan melalui kegiatan nyata di lingkungan tempat tinggal.

Ia mengatakan, kebiasaan menjaga kebersihan perlu dibangun dari rumah dan keluarga, kemudian diterapkan di lingkungan sekitar. Dengan pola tersebut, pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari, bukan sekadar kegiatan sesaat. *** (fatoni/raihan)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *