
DPD RI bersama Badan Pangan Nasional menggelar Gerakan Pangan Murah di Kalisari, Jakarta Timur, sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, dan stabilitas inflasi.
Jakarta, majalahparlemen.com — Upaya menjaga keterjangkauan harga pangan masih menjadi salah satu tantangan pemerintah di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas dan kebutuhan menjaga daya beli masyarakat. Dalam konteks tersebut, program Gerakan Pangan Murah terus dijalankan di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, menggelar Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang berada di bawah harga pasar dan diikuti oleh sejumlah mitra pangan, pelaku usaha, serta badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor pangan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan pangan sekaligus memastikan keseimbangan kepentingan antara produsen, pedagang, dan konsumen.
Menurut dia, stabilisasi harga pangan tidak hanya berorientasi pada konsumen, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha petani dan pelaku distribusi pangan.
“Kami tidak ingin harga terlalu murah sehingga merugikan petani. Yang harus dijaga adalah keseimbangan. Petani mendapatkan keuntungan yang layak, pedagang juga memperoleh keuntungan, dan masyarakat sebagai konsumen bisa membeli dengan harga yang terjangkau,” kata Maino.
Ia menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program yang secara rutin dilaksanakan bersama berbagai mitra pangan di sejumlah daerah. Selain itu, pemerintah juga masih menjalankan program bantuan pangan bagi masyarakat.
Menurut Maino, pada 2026 pemerintah menargetkan penyaluran bantuan pangan kepada sekitar 33 juta rumah tangga di seluruh Indonesia, termasuk melalui distribusi beras dan minyak goreng kepada kelompok penerima manfaat.
Ia menambahkan bahwa program stabilisasi pangan menjadi bagian dari upaya menjaga inflasi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Sementara itu, Achmad Azran mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian warga.
Dalam kegiatan itu, Azran meninjau sejumlah stan pangan yang menjual berbagai komoditas, mulai dari produk hortikultura hingga daging segar. Menurutnya, produk yang dipasarkan memiliki kualitas yang baik dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, dan pelaku usaha pangan dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.
Sejumlah BUMD pangan, termasuk Food Station dan Dharma Jaya, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menyediakan berbagai kebutuhan pangan bagi warga.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri oleh perwakilan Badan Pangan Nasional, pemerintah kelurahan setempat, mitra pangan, serta masyarakat yang memanfaatkan program untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Program Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk memperpendek rantai distribusi pangan dan memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok. Selain mendukung stabilitas harga, kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat membantu menjaga daya beli rumah tangga, terutama pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan menengah. *** (raihan/sap)


















































