
Mendes PDT, Yandri Susanto berencana menghadiri Haul KH Masruri Abdul Mughni dan Munas Alumni Ponpes Al Hikmah 2 di Brebes. Forum tersebut dinilai menjadi momentum memperkenalkan program prioritas pembangunan desa.
Jakarta, majalahparlemen.com — Pemerintah terus mencari berbagai saluran untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan desa. Salah satu pendekatan yang ditempuh adalah memanfaatkan forum keagamaan dan jaringan alumni pesantren yang memiliki basis massa luas di berbagai daerah.
Upaya tersebut mengemuka saat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menerima audiensi pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah 2 di Kantor Kementerian Desa PDT, Jakarta, Senin (2/6/2026).
Dalam pertemuan itu, rombongan yang dipimpin KH Izzuddin Masruri mengundang Yandri untuk menghadiri Haul ke-15 KH Masruri Abdul Mughni yang akan diselenggarakan pada 14 Juni 2026 di Brebes, Jawa Tengah. Selain menghadiri haul, Yandri juga diminta membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alumni Ponpes Al Hikmah 2.
Yandri menyambut positif undangan tersebut. Menurutnya, Munas Alumni Al Hikmah 2 yang diperkirakan dihadiri ribuan alumni dari berbagai daerah dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai program prioritas pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan desa.
Ia menjelaskan, Kementerian Desa PDT saat ini tengah mendorong pengembangan Desa Tematik yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing wilayah. Program tersebut mencakup pengembangan komoditas unggulan seperti peternakan ayam petelur, budidaya ikan nila, peternakan domba, hingga pertanian melon.
Menurut Yandri, konsep Desa Tematik dirancang untuk meningkatkan produktivitas ekonomi desa dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di masing-masing daerah. Hasil produksi dari desa-desa tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda pemerintah.
Selain itu, Kementerian Desa PDT juga mengembangkan program Desa Ekspor yang ditujukan untuk memperluas akses pasar produk desa ke tingkat internasional. Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat desa.
Dalam pertemuan tersebut, Yandri juga mendorong Ponpes Al Hikmah 2 untuk berkolaborasi dengan desa-desa di sekitarnya dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Keterlibatan lembaga pendidikan keagamaan dinilai memiliki potensi untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, mengingat pesantren selama ini memiliki kedekatan sosial dengan komunitas di tingkat akar rumput.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum Yayasan PP Al Hikmah 2 KH Ahmad Siddiq dan KH Imamuddin Masruri. Sementara dari pihak Kemendes PDT hadir Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Nugroho Setijo Nagoro, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, serta Staf Khusus Fahad Attamimi. *** (raihan/sap)



















































