BMKG Catat Tiga Gempa, Kesiapsiagaan Tetap Ditekankan

BMKG mencatat tiga gempa terjadi di Aceh, Sulawesi Utara, dan Papua pada 18 Januari 2026. Seluruh kejadian dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Jakarta, majalahparlemen.com — Aktivitas seismik masih menjadi bagian dari dinamika alam di Indonesia yang berada di pertemuan sejumlah lempeng tektonik utama dunia. Dalam kondisi tersebut, kesiapsiagaan dan pemahaman publik terhadap informasi kebencanaan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko dampak gempa bumi, terutama di wilayah rawan.

Pada Minggu (18/1/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah berbeda di Indonesia hingga siang hari. Berdasarkan pemantauan BMKG, seluruh gempa tersebut tidak disertai ancaman tsunami.

Gempa pertama tercatat terjadi di wilayah daratan Aceh, tepatnya di Kabupaten Gayo Lues, pada dini hari pukul 03.23 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 2,7 ini memiliki kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa berada sekitar 26 kilometer timur laut Gayo Lues. Getaran dirasakan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, dengan intensitas MMI II di Langsa serta MMI III hingga IV di Gayo Lues.

Selanjutnya, gempa berkekuatan lebih besar terjadi di wilayah laut Sulawesi Utara pada pukul 11.16 WIB. BMKG mencatat gempa bermagnitudo 5,2 dengan kedalaman 67 kilometer, berpusat sekitar 81 kilometer tenggara Ratahan. Getaran dirasakan di Kotamobagu dan Minahasa dengan skala MMI II hingga III. Meski terjadi di laut, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa ketiga terjadi di wilayah Papua pada pukul 13.38 WIB, dengan pusat gempa berada sekitar 36 kilometer tenggara Sarmi. Gempa bermagnitudo 5,1 tersebut memiliki kedalaman 21 kilometer. Episenter gempa tercatat pada koordinat 2,17 lintang selatan dan 138,83 bujur timur, dan berdasarkan hasil analisis tidak menimbulkan potensi tsunami.

BMKG mencatat bahwa kejadian beberapa gempa dalam satu hari merupakan kondisi yang masih kerap terjadi di Indonesia sebagai wilayah aktif seismik. Meski sebagian besar gempa berskala kecil hingga menengah, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan prosedur keselamatan dan memastikan kesiapan menghadapi potensi gempa susulan, terutama di daerah yang dekat dengan sumber gempa.

Pemerintah daerah di wilayah terdampak diharapkan terus memastikan sistem informasi kebencanaan berjalan efektif, sementara masyarakat diminta untuk mengakses informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *