
Bogor, majalahparlemen.com — Memperkuat kerukunan dan komunikasi antarwarga menjadi salah satu tantangan dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mencoba membangun ruang kebersamaan melalui kompetisi bulu tangkis bertajuk Lurah–LPM Cup.
Puncak kegiatan yang berlangsung Sabtu (7/11/2026) tersebut melibatkan warga dari berbagai RW. Selain mengikuti pertandingan, masyarakat juga hadir memberikan dukungan kepada para peserta.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial bagi warga untuk saling mengenal dan mempererat hubungan ant lingkungan.
Lurah Pabuaran, Rodi Kurniadi, bersama Sekretaris Kecamatan Cibinong, Ronald, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua MUI Kelurahan Pabuaran, Rifki Maulana, Ketua LPM, Ujang, Babinsa, Serma Khoyrudin, Bhabinkamtibmas, Aipda Margono, serta para ketua RT/RW dan tokoh masyarakat.
Keterlibatan unsur pemerintahan, tokoh agama, TNI, Polri, dan masyarakat memperlihatkan bahwa kegiatan kemasyarakatan dapat menjadi ruang membangun komunikasi lintas unsur di tingkat kelurahan.
Melalui pertandingan bulu tangkis, warga memiliki kesempatan berinteraksi dalam suasana informal. Hal ini menjadi penting karena kerukunan lingkungan tidak hanya bertumpu pada koordinasi pemerintahan, tetapi juga hubungan sosial dan partisipasi masyarakat.
Penyelenggara berharap Lurah–LPM Cup dapat menjadi kegiatan berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak warga. Dengan demikian, olahraga dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat solidaritas, sportivitas, dan gotong royong.
Keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari terbentuknya ruang kebersamaan dan terpeliharanya hubungan harmonis antarwarga Kelurahan Pabuaran.
Kehadiran berbagai unsur tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kondusivitas lingkungan. Pemerintah kelurahan, lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, dan aparat kewilayahan memiliki ruang untuk membangun komunikasi langsung dengan warga melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Dari sisi sosial, kompetisi antar-RW dapat menjadi sarana memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan. Interaksi selama pertandingan membuka kesempatan bagi warga untuk membangun hubungan di luar aktivitas rutin, sekaligus menumbuhkan sportivitas dalam menyikapi perbedaan dan persaingan.
Pola kegiatan seperti Lurah–LPM Cup juga dapat dikembangkan sebagai agenda olahraga masyarakat secara berkala. Selain mendorong aktivitas fisik, keberlanjutan kegiatan diharapkan mampu menjaga intensitas interaksi antarwarga dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan Kelurahan Pabuaran. *** (fatoni/raihan)






















































