
Mendes, Yandri Susanto mendorong penguatan akses pasar bagi petani kopi desa melalui kemitraan dengan pelaku usaha dan program Desa Ekspor.
Jakarta, majalahparlemen.com — Petani kopi di desa masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan akses pasar dalam skala besar dan meningkatkan nilai ekonomi hasil produksinya. Pemerintah mendorong penguatan hubungan antara potensi komoditas desa dengan pelaku usaha yang memiliki jaringan pasar luas.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan kemitraan perusahaan dengan petani kopi lokal dapat menjadi salah satu cara memperluas pasar sekaligus memberikan kepastian penyerapan hasil produksi.
Hal itu disampaikan Yandri saat menerima Penasihat Senior Starbucks Wilayah Asia, Dino Patti Djalal, beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Yandri menyoroti pola pembelian kopi dari petani lokal yang dilakukan Starbucks Indonesia. Menurut dia, pembelian dalam jumlah besar dengan harga yang dianggap adil dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Desa Perkuat Ekspor dan Pangan
Yandri juga mengaitkan kemitraan tersebut dengan ketahanan rantai pasok. Penggunaan produk lokal, menurut dia, dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri dan risiko yang muncul ketika terjadi gangguan logistik global.
Namun, informasi mengenai jumlah petani yang terlibat, volume kopi yang dibeli Starbucks Indonesia, harga pembelian, serta nilai transaksi dalam kemitraan tersebut tidak disampaikan dalam pertemuan itu. Karena itu, dampak ekonominya terhadap pendapatan petani belum dapat diukur dari data yang tersedia.
Selain membahas kopi, Yandri menawarkan program Desa Ekspor yang disiapkan untuk mendorong komoditas unggulan desa masuk ke pasar internasional. Pemerintah memproyeksikan sekitar 5.000 desa menjadi bagian dari program tersebut.
Yandri berharap, jaringan internasional yang dimiliki Dino Patti Djalal dapat membantu membuka kemungkinan pasar bagi produk-produk desa Indonesia.
Baca juga :
Apel Siaga Kades, Mendes Dorong Desa Ekspor dan Asta Cita Presiden
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perluasan akses pasar. Bagi komoditas seperti kopi, akses terhadap pembeli dengan jaringan distribusi luas dapat menentukan seberapa besar nilai tambah yang diterima petani.
Dino Patti Djalal mengatakan, Indonesia memiliki posisi sebagai salah satu produsen kopi dunia dengan keragaman karakter dan cita rasa. Ia menilai pengenalan kopi Indonesia di luar negeri juga berkaitan dengan penguatan identitas Indonesia.
Dino menyebut dirinya menemukan produk atau kedai dengan label kopi dari Sumatera ketika berada di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Namun, tidak ada data yang disampaikan mengenai nilai ekspor atau pangsa pasar kopi Indonesia di negara-negara tersebut.
Pertemuan itu juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, Dirjen PEID Kemendes PDT Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, serta Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik. *** (fatoni/raihan)


















































