
DPD RI memilih pimpinan alat kelengkapan untuk Tahun Sidang 2026-2027. Hasil pemilihan akan ditetapkan dalam Sidang Paripurna pada 20 Agustus 2026.
Jakarta, majalahparlemen.com — Pergantian pimpinan alat kelengkapan menjadi salah satu agenda penting DPD RI memasuki Tahun Sidang 2026-2027. Struktur pimpinan baru akan menentukan koordinasi kerja berbagai alat kelengkapan dalam menjalankan fungsi kelembagaan dan memperjuangkan kepentingan daerah.
DPD RI menggelar rangkaian pemilihan pimpinan alat kelengkapan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (19/8/2026). Prosesnya dimulai melalui konsolidasi di empat subwilayah anggota, yakni Barat I, Barat II, Timur I dan Timur II, sebelum hasilnya dibahas dalam rapat alat kelengkapan dan dibawa ke Sidang Paripurna.
Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin mengatakan, mekanisme tersebut diarahkan untuk mengutamakan musyawarah mufakat. Ia meminta proses pemilihan tetap menjaga persatuan antaranggota dan menghindari persaingan internal yang dinilai tidak produktif.
Hasil pemilihan menempatkan Andi Sofyan Hasdam sebagai Ketua Komite I, dengan Carel Simon Petrus Suebu, Bahar Buasan, dan Ade Yuliasih sebagai wakil ketua.
Komite II dipimpin Badikenita BR Sitepu, dengan Angelius Wake Kako, Abdul Waris Halid, dan La Ode Umar Bonte sebagai wakil ketua. Sementara Komite III dipimpin Filep Wamafma, didampingi Muhammad Mursyid, Ahmad Syauqi Soeratno, dan Erni Daryanti sebagai wakil ketua.
Untuk Komite IV, posisi ketua dipercayakan kepada Ahmad Nawardi. Tiga wakil ketuanya adalah Hj. Elviana, Novita Anakotta, dan Aji Mirni Mawarni.
Sejumlah alat kelengkapan lainnya juga telah memiliki susunan pimpinan. Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) dipimpin Hasan Basri, dengan Mamberob Yosephus Rumakiek, Sudirman Haji Uma, dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebagai wakil ketua.
Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) dipimpin Abdul Muis Kholik, dengan Agustinus R. Kambuaya, Azhari Cage, dan Andhika Mayrizal Amir sebagai wakil ketua. Adapun Badan Akuntabilitas Publik (BAP) diketuai Hj. Evi Apita Maya, dengan Penrad Siagian, Yulianus Henock, dan H. Bisri As-Shiddiq sebagai wakil ketua.
Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) dipimpin Stefanus B.A.N. Liow, didampingi Marthin Billa, H. Abdul Hakim, dan Agita Nurfianti. Sementara Badan Kehormatan (BK) dipimpin Hasby Yusuf, dengan Abdul Hamid, Hilda Manafe, dan Hj. Erlinawati sebagai wakil ketua.
Untuk Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP), Gusti Farid Hasan Aman ditetapkan sebagai ketua, dengan R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, Maya Rumantir, dan H. Abu Bakar Jamalia sebagai wakil ketua. Sementara itu, Kelompok DPD RI di MPR RI dipimpin H. Dedi Iskandar Batubara sebagai ketua.
Sultan mengatakan, pimpinan alat kelengkapan yang terpilih diharapkan memiliki kemampuan sesuai bidang kerja masing-masing. Dengan struktur tersebut, alat kelengkapan diharapkan dapat menjalankan tugas secara efektif, termasuk dalam menindaklanjuti aspirasi daerah.
Seluruh hasil pemilihan tersebut belum menjadi keputusan akhir sebelum ditetapkan melalui Sidang Paripurna. Pimpinan alat kelengkapan yang terpilih pada 19 Agustus 2026 dijadwalkan ditetapkan dan disahkan dalam Sidang Paripurna DPD RI pada Kamis, 20 Agustus 2026. *** (fatoni/Raihan)


















































