
Mendes PDT, Yandri Susanto meminta kepala desa di Sulawesi Selatan mengembangkan komoditas unggulan desa untuk pasar ekspor dan mendukung Asta Cita Presiden.
Jakarta, majalahparlemen.com — Dorongan memperkuat ekonomi desa kini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mulai menyasar pasar internasional. Pemerintah menilai desa memiliki potensi besar untuk menjadi basis produksi komoditas ekspor, terutama di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto saat memimpin Apel Siaga Kepala Desa se-Sulawesi Selatan di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (13/5/2026).
Dalam arahannya, Yandri meminta para kepala desa mulai memetakan potensi unggulan masing-masing wilayah untuk dikembangkan menjadi komoditas berorientasi ekspor.
Menurut dia, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal tengah menjalankan program desa ekspor yang ditujukan untuk memperluas akses pasar produk desa ke luar negeri.
“Saya kemarin sudah membuat kesepakatan bahwa kita akan mengekspor bahan-bahan atau produk desa ke 59 negara,” kata Yandri.
Ia menyebut, desa-desa di Sulawesi Selatan dapat dikembangkan menjadi desa tematik berbasis komoditas tertentu, seperti sereh, hasil pertanian, perkebunan, perikanan, maupun produk kerajinan.
Yandri mengatakan, perluasan pasar dinilai dapat meningkatkan perputaran ekonomi desa sekaligus mendorong kenaikan kapasitas produksi masyarakat.
Selain itu, kebutuhan untuk memenuhi standar pasar internasional juga dinilai akan mendorong peningkatan kualitas produk lokal.
Program tersebut, menurut Yandri, sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan desa sebagai salah satu fokus pembangunan nasional.
Ia mengatakan pemerintah ingin mengubah posisi desa dari sekadar objek pembangunan menjadi pelaku utama penggerak ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Yandri juga menyampaikan rencana membawa pembeli atau buyer dari luar negeri untuk bertemu langsung dengan para kepala desa di Sulawesi Selatan guna membuka peluang kontrak dagang.
“Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, saya akan datang kembali ke sini membawa buyer untuk menandatangani kontrak dengan kepala desa,” ujarnya.
Apel siaga tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, Inspektur Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Masyhudi, serta Kepala Kesbangpol Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin.
Dorongan ekspor berbasis desa menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi lokal di tengah tantangan ketimpangan pembangunan antarwilayah. Namun pengembangan pasar ekspor juga memerlukan kesiapan rantai pasok, peningkatan kualitas produksi, serta pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha desa agar mampu memenuhi standar perdagangan internasional. *** (raihan/sap)



















































