Dari Kalibata, WamendesPDT Pimpin Kampanye Gerakan ASRI

Pemerintah mulai mendorong perubahan budaya kerja aparatur melalui Gerakan ASRI di Kemendes PDT, menekankan aspek keamanan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan kerja.

Jakarta, majalahparlemen.com — Pemerintah terus mendorong perubahan budaya kerja aparatur negara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik. Persoalan kebersihan lingkungan, kesehatan kerja, dan rasa aman di ruang-ruang pelayanan masih kerap menjadi sorotan, sehingga dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh perilaku sehari-hari.

Dalam kerangka tersebut, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria memulai kampanye Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Kampanye ini digelar bersamaan dengan kegiatan senam bersama dan gerakan bersih-bersih di kawasan Kantor Kementerian Desa PDT, Kalibata Jakarta. Gerakan ASRI sebelumnya diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat — sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Ahmad Riza Patria menyampaikan, aspek keamanan dipandang sebagai prasyarat dasar agar aparatur dan masyarakat dapat beraktivitas secara produktif. Lingkungan yang aman, menurutnya, memungkinkan pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan lebih efektif tanpa gangguan.

Ia juga menekankan pentingnya kondisi kesehatan sebagai penopang kinerja. Aktivitas fisik dan penerapan pola hidup sehat dinilai perlu menjadi bagian dari rutinitas kerja, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Sementara itu, aspek kebersihan dan kerapihan ditempatkan sebagai elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Wamendes Riza Patria menyinggung arahan Presiden Prabowo terkait pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, termasuk wacana pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Menurutnya, perubahan pola hidup bersih harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti pengelolaan sampah di lingkungan kerja.

Kampanye Gerakan ASRI, lanjutnya, tidak hanya ditujukan untuk internal kementerian. Ia mengajak para pendamping desa, kepala desa, perangkat desa, hingga masyarakat desa untuk menerapkan prinsip yang sama di wilayah masing-masing, sejalan dengan kebijakan nasional.

Meski dimulai dari lingkungan perkantoran pemerintah pusat, keberhasilan Gerakan ASRI dinilai akan sangat bergantung pada konsistensi penerapan di lapangan. Tantangan utamanya terletak pada perubahan perilaku jangka panjang, baik di kalangan aparatur maupun masyarakat, agar gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan simbolik.

Usai penyampaian arahan, Riza Patria memimpin langsung kegiatan bersih-bersih di lingkungan Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dimulai dari kawasan Taman Desa, serta meninjau sejumlah ruang kerja di kompleks Kalibata.Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal, Taufik Madjid dan jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *