Kemendes dan BRIN Siapkan Hilirisasi Riset untuk Percepat Pengembangan Desa

Kemendes PDT dan BRIN berkomitmen mengimplementasikan hasil riset ke tingkat desa untuk mendukung pembangunan berbasis inovasi, ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta, majalahparlemen.com — Pembangunan desa masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas ekonomi, pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Di tengah upaya pemerintah mendorong pemerataan pembangunan dari tingkat akar rumput, pemanfaatan hasil riset dan inovasi dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat kapasitas desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan lembaga tersebut dapat diterapkan langsung di tingkat desa.

Komitmen tersebut disampaikan Yandri saat memberikan keynote speech pada kegiatan BRIN Goes to Villages: BRIN Menyapa Desa yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Yandri, inisiatif BRIN tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai strategi pemerataan ekonomi serta pengurangan kemiskinan.

Ia menjelaskan, lima pilar Desa Inovasi yang dikembangkan BRIN, meliputi aspek sosial, pemerintahan, ekonomi, lingkungan, dan kearifan lokal, memiliki keterkaitan dengan program 12 Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia yang dijalankan Kementerian Desa dan PDT.

“Oleh karena itu kita sudah berkomitmen dengan Kepala BRIN, bagaimana hasil-hasil riset dan penelitian dari BRIN itu bisa diimplementasikan di tingkat desa,” kata Yandri.

Menurutnya, sejumlah program seperti desa wisata, desa ekspor, dan desa tematik membutuhkan dukungan riset serta pendampingan agar mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat desa.

Yandri juga menilai kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan desa. Salah satu contoh yang disebutkan adalah sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup melalui program desa bebas sampah yang dapat mendukung target pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Selain itu, Kemendes PDT saat ini juga menjalankan program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan World Bank. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong ekonomi hijau di kawasan perdesaan.

Dalam kesempatan itu, Yandri menyebut pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 10.000 desa melalui berbagai program afirmasi dan kolaborasi multipihak. Menurut dia, pelaksanaan program pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan badan usaha milik negara.

Hingga saat ini, Kemendes PDT telah menjalin kerja sama dengan sekitar 500 perusahaan swasta dan BUMN untuk mengembangkan program desa binaan. Kerja sama dengan BRIN diharapkan dapat memperkuat upaya pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam mengembangkan potensi desa di berbagai daerah.

Pemerintah menargetkan penguatan pembangunan di 75.266 desa di Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi wilayah.

Kegiatan BRIN Goes to Villages: BRIN Menyapa Desa juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, Kepala BRIN Arif Satria, Anggota Komisi XI DPR RI HM Musthofa, Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq, serta Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid. *** (raihan/sap)

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *