
Lonjakan mudik lebaran 2026 diprediksi meningkat. Senator Mirah Midadan menyoroti kesiapan transportasi, keselamatan perjalanan, dan koordinasi lintas sektor.
Jakarta, majalahparlemen.com — Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian, seiring tren tahunan arus mudik yang kerap memicu kepadatan lalu lintas dan lonjakan penumpang di berbagai moda transportasi. Tantangan ini tidak hanya terkait kapasitas angkut, tetapi juga menyangkut keselamatan perjalanan dan kesiapan infrastruktur di sejumlah titik rawan.
Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, mengingatkan pentingnya kesiapan menyeluruh sektor transportasi nasional, mencakup jalur darat, laut, dan udara, menjelang periode puncak mudik.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/3/2026), ia menyampaikan bahwa lonjakan pergerakan masyarakat setiap menjelang Idul Fitri perlu diantisipasi melalui penguatan sistem transportasi yang terintegrasi. Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang harus diimbangi dengan jaminan keselamatan, kenyamanan, serta akses layanan yang merata.
Arus mudik, lanjutnya, tidak hanya mencerminkan perpindahan dalam skala besar, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan sosial masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga. Karena itu, penyelenggaraan transportasi dinilai perlu memperhatikan aspek pelayanan publik secara menyeluruh.
Selain kapasitas, perhatian juga diarahkan pada kelayakan armada. Pengawasan terhadap kendaraan umum disebut perlu dilakukan secara berkala, terutama untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi selama periode perjalanan dengan intensitas tinggi. Di saat yang sama, kondisi infrastruktur jalan dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya pada titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan maupun kecelakaan.
Koordinasi lintas sektor juga menjadi faktor kunci. Keterpaduan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta operator transportasi diperlukan untuk mengatur distribusi penumpang dan mengurangi beban di jalur utama. Tanpa pengelolaan yang terkoordinasi, kepadatan berpotensi meningkat pada waktu dan lokasi tertentu.
Dari sisi layanan informasi, ketersediaan data perjalanan yang akurat dan mudah diakses dinilai dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan secara lebih terukur. Informasi terkait jadwal keberangkatan, kapasitas moda transportasi, hingga kondisi lalu lintas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus mudik.
Perhatian juga diarahkan pada kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Fasilitas pendukung di simpul transportasi—termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara—perlu disiapkan agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk berperan dalam menjaga keselamatan perjalanan, antara lain dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan layanan transportasi resmi, serta memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima.
Sorotan terhadap kesiapan mudik ini mencerminkan kebutuhan akan pengelolaan transportasi yang lebih antisipatif setiap tahunnya. Dengan mobilitas yang terus meningkat, efektivitas koordinasi dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menentukan kelancaran dan keselamatan arus mudik secara nasional. *** (raihan/sap)



















































