Mardani Ali Sera: Jaga, Agar Tidak Ada Gagasan Jabatan Presiden Tiga Periode

Jakarta, Majalah Parlemen — Tiba-tiba saja politikus senior yang juga mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais melontarkan wacana masa jabatan presiden tiga periode. Pernyataan itu disampaikan Amien melalui YouTube Channel Amien Rais Official yang diunggah pada Sabtu (13/3/2021) pukul 20.00 WIB.

“Kemudian yang lebih penting lagi, yang paling berbahaya adalah ada yang betul-betul luar biasa, skenario dan back-up politik serta keuangannya itu, supaya nanti presiden kita Pak Jokowi bisa mencengkeram semua lembaga tinggi negara, terutama DPR, MPR, dan DPD. Tapi juga lembaga tinggi negara lain, kemudian juga bisa melibatkan TNI dan Polri untuk diajak main politik sesuai dengan selera rezim,” ujarnya.

Amien Rais yang juga pernah menjabat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan kalau arah rezim Jokowi kian jelas. Utamanya berkaitan dengan masa jabatan presiden. “Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR, yang mungkin satu, dua pasal yang katanya perlu diperbaiki yang mana saya juga tidak tahu, tapi kemudian nanti akan ditawarkan baru yang kemudian memberikan hak presidennya itu bisa dipilih tiga kali,” kata Amien.

Isu masa jabatan presiden tiga periode sudah muncul sejak akhir 2019, tepatnya kala ada wacana amandemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945 di MPR. Bahkan, Zulkifli Hasan, Ketua MPR saat itu sempat ‘bertamu’ ke Istana di tengah kencangnya isu tersebut. Pada akhir tahun lalu pula, Jokowi sempat angkat bicara perihal isu tersebut. Kepala negara dengan tegas menolak kemungkinan adanya masa jabatan presiden selama tiga periode.

Menanggapi isu tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, jabatan presiden menjadi tiga periode adalah yang berbahaya. Ia meminta masyarakat, agar menjaga, sehingga tidak ada gerakan jabatan presiden menjadi tiga periode, atau tidak terjadi. “Ini berbahaya, masyarakat dan kita semua wajib menjaga, agar tidak ada gerakan, ide, dan gagasan jabatan presiden tiga periode,” kata Mardani Ali Sera kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/3/2021)

Menurut Mardani, jabatan presiden tiga periode bertentangan dengan reformasi. Selain itu, jabatan presiden menjadi tiga periode juga dapat merusak demokrasi. “Ini bertentangan dengan reformasi dan dapat membuat demokrasi kita mati,” ujarnya.

Mardani menilai, kekhawatiran yang muncul terkait jabatan presiden menjadi tiga periode merupakan kewajaran. Pasalnya, perimbangan jumlah koalisi dengan oposisi saat ini sangat jauh atau tidak sebanding.

“Sangat jomplang, apalagi ada gerakan Demokrat mau atau sudah dikooptasi, syaratnya 75 persen, hitung-hitungannya bisa 83 persen. Karena itu, masyarakat wajib sama-sama menjaga,” kata dia. *** (amir/sap)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »